Sadar Usai Dicabuli Ramai-ramai, Korban Berteriak Histeris
KILASRIAU.com – Ialah Sekar (bukan nama sebenarnya) menjadi korban pencabulan yang dilakukan sekelompok pemuda, pada Minggu 6 Januari 2019 lalu. Remaja yang masih berusia 14 tahun itu dicabuli oleh 6 pemuda setelah dicekoki minuman beralkohol.
Ibu Sekar (40) bercerita, Sekar sempat histeris saat dirinya mulai sadar. Dalam kondisi awut-awutan, Sekar diantar pulang oleh KS, salah satu pelaku, sampai di terminal Semin. Dalam keadaan masih setengah sadar, korban menghubungi saudaranya melalui pesan WhatsApp untuk menjemputnya.
Setibanya di rumah, Sekar langsung tidur. Ia juga belum bisa menanggapi sapaan keluarganya di rumah. Ia tertidur hingga sore.
- Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
- Upacara HUT ke-81 RI di Inhil Digelar Pagi, Tidak Ada Upacara Detik-Detik Proklamasi Pukul 10.00 WIB
- Harga Kelapa Harus Ditetapkan Secara Adil, Transparan, dan Berbasis Nilai Produk Turunan serta Realistis
- Wow! Hacker Asal Perawang Riau Ini Terima Penghargaan dari NASA Usai Temukan Celah Sistem Keamanan
- Indonesia dan Turki Sepakati Joint Action Plan 2026–2027: Wujudkan Pasar Kerja Inklusif hingga Berbagi Konsep ‘Model Factory’
Keesokan harinya, Sekar mengeluhkan kemaluannya. Ia merasa perih ketika buang air kecil. Sang ibu pun curiga dan langsung membawa Bunga ke Puskesmas Semin untuk melakukan visum sampai 2 kali.
Awalnya, sang ibu tidak percaya dengan hasil visum tersebut. Ia lalu membawa anaknya untuk melakukan visum ke RSUD Wonosari, dan ternyata memang benar ada luka lecet di kemaluan korban.
Mendengar hasil visumnya, Sekar sempat syok dan tidak masuk sekolah dua hari pertama. Ia terpuruk, namun kondisi mentalnya kembali membaik setelah mendapat dukungan dari banyak pihak.
“Terus dikasih semangat sama guru-guru. Guru-gurunya itu bilang, pokoknya harus semangat. Pokoknya jangan sampai dengerin temen-temen ngomong apa” kata ibu Sekar, Jumat 25 Januari 2019.
Ia mengatakan akan terus berjuang menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan perkara tersebut. Ia berharap para pelaku akan dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

Tulis Komentar