Cegah Judol dan Pinjol, Polres Inhil Periksa Gawai Personel
KILASRIAU.com - Polres Indragiri Hilir (Inhil), melakukan pemeriksaan mendadak terhadap telepon seluler anggotanya guna mengecek ada tidaknya aplikasi maupun riwayat judi online di memori gawai tersebut.
"Giat penegakan dan penertiban disiplin ini dalam rangka mendukung program asta cita Presiden Prabowo Subianto," kata Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan melalui Wakapolres KOMPOL Rizki Hidayat, Senin (11/11/2024).
Hal itu juga sebagai bentuk antisipasi anggota kepolisian terlibat praktik judi daring alias judol dan pinjaman daring (pinjol).
- Sinergi Bea Cukai Aceh dan Aparat Penegak Hukum Ungkap Ladang Ganja Seluas 2 Hektare di Aceh Utara
- Tim Gabungan TNI Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Gelondongan Diduga Hasil Illegal Logging di Dairi
- ASN Terduga Penganiaya Jurnalis tvOne di Tapsel Jadi Tersangka, Tidak Ditahan Karena Istri Perwira Polisi?
- Respon cepat Polsek Kateman atas pengaduan masyarakat lewat medsos facebook tentang dugaan Penyalahgunaan Narkotika di Ruko Salon WN Kel. Tagaraja Kec. Kateman
- Bea Cukai Aceh Gagaglkan Peredaran 356.480 Batang Roko IIegal Melalui Jasa Titipan
"Untuk itulah, setelah anggota diminta mengikuti apel kemudian Seksi Propam melakukan pengecekan gawai milik anggota Polres Inhil," katanya.
Ia menambahkan bahwa pemeriksaan gawai anggota merupakan kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin atau Gaktibplin anggota Polri.
"Razia ini dilakukan menyusul maraknya praktik perjudian secara daring di tengah masyarakat sekaligus penegakan hukum terhadap anggota," ujarnya.
Ia berharap tidak ada anggota kepolisian menjadi penegak hukum justru terlibat tindakan disiplin karena melakukan praktik pelanggaran kode etik.
"Ini sebagai upaya pencegahan dan penegakan hukum agar personel Polres Inhil tidak melanggar peraturan ataupun perundang-undangan yang mengatur. Khususnya terkait disiplin maupun kode etik," ujarnya.
Selain mengecek ada tidaknya aplikasi yang mengarah ke judi daring, kata dia, Propam juga mengidentifikasi jejak digital terkait dengan aktivitas perjudian pada beberapa aplikasi maupun mesin pencarian.
"Nomor telepon yang digunakan anggota juga dilakukan verifikasi. Tentunya anggota Kepolisian harus menjaga integritas dan nama baik institusi Polri di mata masyarakat. Permainan judi tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan institusi tempat bekerja," ujarnya.

Tulis Komentar