Jadi Ketua Tim Perumus RUU Pilkada yang Anulir Putusan MK, Cagub Riau Abdul Wahid Disorot Netizen Gara-gara Ikut Rapat Panja DPR
KILASRIAU.com - Sejak beberapa hari yang lalu, Indonesia sudah di hebo kan dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah syarat threshold dukungan dan syarat umur calon kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada 2024.
Dari momen tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat baik itu, mahasiswa, pemerintah dan yang lainnya.
Seperti yang dilansir dari sabangmeraukenews.com bahwa Wakil Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPR RI Abdul Wahid menjadi sorotan netizen usai keterlibatannya dalam rapat Panitia Kerja (Panja) Banleg yang membahas revisi Undang-undang Pilkada, Rabu (21/8/2024).
- Pilkada Serentak 2024: KPU Inhil Tetapkan Herman-Yuliantini Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir 2024 dengan Perolehan Suara 57,62%
- Menyikapi Euforia Kemenangan Pilkada di Indragiri Hilir: Refleksi dan Panduan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
- H Herman Hadiri Undangan Tim Acara Syukuran Kemenangan Paslon Inhil Hebat
- Said Moh. Al Hafis Apresiasi Pleno Rekapitulasi Pilgub Riau 2024 Berjalan Sukses
- Pilkada Telah Usai, Mari Hormati Pilihan Masyarakat
Diketahui hasil rapat Panja Banleg telah menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah syarat threshold dukungan dan syarat umur calon kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada 2024.
Keputusan DPR tersebut ditolak keras banyak kalangan dan menyebutnya sebagai kondisi darurat demokrasi. Akibat demonstrasi tersebut, sejumlah aktivis ditangkap polisi. Aksi pelemparan dan perobohan gerbang kantor DPR RI pun terjadi disulut emosi peserta aksi unjuk rasa.
Abdul Wahid merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Riau II. Ia juga adalah Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Riau.
Dalam Pilkada Riau 2024, Abdul Wahid maju menjadi calon gubernur berpasangan dengan SF Hariyanto sebagai calon wakil gubernur. Pasangan ini diusung oleh koalisi PKB, PDI Perjuangan dan Partai NasDem dengan kekuatan 23 kursi DPRD Riau.
Hasil rapat Panja Banleg tersebut memicu protes keras dan gelombang demonstrasi di gedung DPR dan sejumlah daerah di Indonesia sejak Kamis (22/8/2024) kemarin. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, DPR RI Kamis kemarin seharusnya menggelar rapat paripurna RUU Pilkada yang telah dibahas oleh Panja Banleg.
Namun, rapat paripurna tersebut batal digelar karena tidak kuorum, diduga karena desakan keras penolakan hasil kerja Panja Banleg DPR oleh banyak kalangan, khususnya mahasiswa dan sejumlah guru besar kampus terkemuka di Indonesia.
Sementara itu, di media sosial, kehadiran Abdul Wahid dalam rapat Panja Banleg mendapat sorotan keras. Sorotan diunggah oleh akun TikTok bernama Riau Koreksi.
"Kami Kecewa," demikian narasi dalam akun TikTok Riau Koreksi dilihat SabangMerauke News, Jumat (23/8/2024).
Postingan di akun TikTok tersebut direspon beragam oleh netizen. Sebagian besar kecewa dengan sikap Abdul Wahid yang ikut menyetujui perubahan terhadap putusan MK. Bahkan, tak sedikit netizen yang terang-terangan akan mengalihkan dukungan dengan tidak memilih Abdul Wahid sebagai calon Gubernur Riau.
"Tadinya aku mau milih, jadinya mikir lagi," demikian komenter netizen Iykxxx.
"Jika benar, sangat kecewa," timpal netizen Adxxxx.
"Opsss, gak jadi pilih dia kayaknya, padahal besar harapan untuk pimpin Gubri," komentar netizen Bodxxx.
"Save lah, takut lupa pas Pilkada," demikian komentar Rafxxx.
"Padahal tadi ada niat mau pilih, untung ini vt lewat di akun," ungkap netizen Welxxx.
"Dulu niat mau pilih dia gubri Riau. Tapi Allah nampakkan juga, jangan harap dipilih," kata netizen Bobxxx.
"Tinggal pilihan Nasir atau Syamsuar," tulis akun Usexxx.
Ada lagi netizen yang meminta agar PDI Perjuangan mencabut dukungannya terhadap Abdul Wahid di Pilkada Riau 2024. PDI Perjuangan sebagai pemenang Pileg DPRD Riau menjadi salah satu partai pengusung Abdul Wahid-SF Hariyanto, bersama PKB dan NasDem.
Akun Junxxx turut mencolek akun TikTok milik Ketua DPD PDI Perjuangan Riau Zukri @zukribupatiku. Ia meminta agar PDI Perjuangan mencabut dukungan terhadap Abdul Wahid.
"Tolong DPD PDI Perjuangan @zukribupatiku mencabut dukungan dari Abdul Wahid, tanpa PDI Perjuangan beliau tidak bisa nyalon gubri," tulis Junxxx.


Tulis Komentar