Cahaya Ramadan dari Teluk Kuantan: Shanum Zahsy Askanah Bertahan di Hafiz Indonesia 2026, Dukungan Mengalir dari Daerah
TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) — Ramadan hari ketujuh menghadirkan seberkas cahaya dari tepian Sungai Kuantan. Di tengah suasana puasa yang khidmat, nama Shanum Zahsy Askanah, gadis cilik berusia 8 tahun asal Teluk Kuantan, kembali menggema di layar kaca nasional. Siswi kelas III SD IT An-Najiyah Teluk Kuantan ini masih bertahan dan terus melangkah dalam ajang Hafiz Indonesia 2026 yang disiarkan oleh RCTI.
Di usianya yang masih belia, Shanum telah menunjukkan kematangan yang melampaui umur. Dengan suara lembut namun mantap, ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an bukan sekadar sebagai hafalan, melainkan sebagai untaian doa yang mengalir dari hati. Setiap makhraj yang terjaga dan irama yang tertata membuat suasana studio seakan hening—memberi ruang bagi ayat-ayat Ilahi untuk menyentuh relung batin penonton.
Penampilannya dinilai mampu memukau para juri dan menggetarkan perasaan pemirsa di rumah. Shanum tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi hadir sebagai simbol ketekunan, disiplin, dan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an di tengah derasnya arus zaman.
Gelombang dukungan pun terus mengalir. Dari masyarakat biasa hingga para pemimpin daerah, doa dan harapan disematkan pada pundak kecil Shanum yang kini memanggul nama daerah di pentas nasional. Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, secara terbuka menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh.
“Saya, Suhardiman Amby, Bupati Kuantan Singingi, mendukung ananda Shanum dalam ajang Hafiz Indonesia 2026. Kita doakan bersama semoga ananda sukses dan mampu meraih prestasi terbaik,” ujarnya.
Menurut Suhardiman, kehadiran Shanum di ajang tersebut bukan hanya soal kompetisi, melainkan kebanggaan kolektif masyarakat Kuantan Singingi. Ia menilai perjuangan Shanum menjadi bukti bahwa daerah memiliki potensi besar dalam mencetak generasi Qur’ani yang berprestasi di tingkat nasional.
Di balik ketenangan Shanum saat tampil, tersimpan doa dan perjuangan keluarga yang tak pernah putus. Ibunda Shanum, Yuni Anggraini, mengungkapkan rasa syukur karena putrinya masih diberi kesempatan untuk terus melanjutkan perjuangan di ajang tersebut. Saat dikonfirmasi jurnalis pada Rabu (25/02/2026), ia menyebut Shanum dijadwalkan kembali tampil pada hari Jumat mendatang.
“Alhamdulillah, dua hari lagi Shanum bakal tampil dan masih melanjutkan perjuangannya mewakili Kuantan Singingi, khususnya untuk SD IT An-Najiyah Teluk Kuantan. Mohon doa dan dukungannya, serta jangan lupa pantau terus tayangan Shanum di Hafiz Indonesia 2026 setiap pukul 13.30 WIB,” tuturnya.
Bagi Yuni, dukungan masyarakat menjadi energi besar bagi Shanum. Setiap doa, pesan penyemangat, dan perhatian yang diberikan, menurutnya, menjadi penguat mental anaknya untuk tetap tenang dan percaya diri saat berada di panggung nasional.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah. Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, menyampaikan harapannya agar Shanum mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi membanggakan.
“Masyarakat Kuantan Singingi berharap banyak kepada ananda. Semoga Shanum dapat meraih juara dan prestasi terbaik dalam ajang Hafiz Indonesia 2026. Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah akan terus mendukung dan memberi semangat untuk ananda Shanum,” ucapnya.
Menurut Eka Putra, keikutsertaan Shanum di Hafiz Indonesia 2026 juga menjadi motivasi bagi anak-anak lain di Kuantan Tengah untuk mencintai Al-Qur’an, menumbuhkan semangat belajar, serta berani bermimpi besar.
Di bulan suci Ramadan, perjalanan Shanum Zahsy Askanah menjadi pengingat bahwa prestasi besar kerap lahir dari ketekunan kecil yang dijaga dengan istiqamah. Dari Teluk Kuantan, suara lirih seorang hafizah cilik kini menembus batas daerah, menyapa Indonesia dengan pesan sederhana namun mendalam: bahwa Al-Qur’an selalu menemukan jalannya untuk dimuliakan, bahkan melalui langkah kaki seorang anak berusia delapan tahun.
Dan selama doa terus dilangitkan, cahaya itu akan tetap menyala.*(ald)


Tulis Komentar