Mahasiswa KKN UNRI Membantu Menyukseskan Posyandu Balita dan Pemberian Vitamin A
KILASRIAU.com - KKN Balek Kampung Gelombang 3 Universitas Riau 2022 membantu menyukseskan program kegiatan posyandu rutin tiap bulannya yang diadakan oleh posyandu Melati 1, Desa Maredan Barat, kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Senin (8 Agustus 2022),
Kegiatan posyandu yang dibimbing oleh beberapa kader PKK desa beserta bidan desa. Terdapat 5 kader desa (Rini Susanti, Nur indah Dewi Utari, Sukini, Kiki Wahyuni, dan Arida Irwanti), 2 bidan desa (bu Mariani dan Bu Yusmaita) serta semua anggota tim KKN desa maredan barat turut andil dalam kegiatan.
Pada kegiatan posyandu tersebut Yusmaita selaku bidan desa setempat menjelaskan tujuan dari posyandu imunisasi yaitu memonitor perkembangan anak sesuai umur dan mencegah stunting dengan mendeteksi secara cepat apabila ada gejala stunting pada balita.
- Kapolres Inhil Pimpin Apel Pengamanan Pawai Malam Takbir Idul Fitri 1447 H Libatkan 258 Personel Gabungan
- Kapolres Indragiri Hilir Bersama Pejabat Utama Cek Pos Pengamanan dan Pelayanan Idul Fitri 1447 H 2026
- Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan
- Mudik Tenang Tanpa Cemas, Polsek Tempuling Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Warga
- Bupati Inhil Tegaskan Penataan SDM Pasca Restrukturisasi OPD Masih Berproses, ASN Diminta Tetap Tenang
"Tujuan pemberian vitamin A pada balita untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi seperti campak dan diare. Membantu proses penglihatan dalam adaptasi terang ke tempat yang gelap," jelasnya.
Yusmaita juga mengungkapkan batarget posyandu imunisasi yaitu anak usia 0-5 tahun dan pemberian vitamin A yaitu anak usia 6 bulan - 5 tahun.
Adapun tahapan imunisasi dasar yang dilakukan posyandu Melati 1 Desa Maredan Barat berupa Imunisasi BCG untuk usia 0-3 bulan, imunisasi Campak untuk usia 3-8 bulan, imunisasi DPT 1 hingga DPT dan imunisasi Polio.
Rangkaian kegiatan program posyandu mencakup mengukur berat badan dengan timbangan digital dan timbangan bayi gantung, mengukur tinggi dengan stadiometer. Lalu hasil pengukuran tersebut dimasukkan ke dalam kurva pertumbuhan anak berdasarkan standar WHO pada buku KMS dan di data disimpan oleh puskesmas desa.
"Harapan dari kegiatan ini semoga masyarakat lebih sadar akan bahaya stunting dan membawa anak-anak Balita ke posyandu demi mencegah resiko stunting sehingga dapat penanganan awal yang tepat," harapnya.


Tulis Komentar