2 Jasad Nelayan Yang Tenggelam Dipantai Ciujung Berhasil Ditemukan Tim SAR
Kilasriau.com - Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua jasad nelayan yang tenggelam di Pantai Ciujung di Kampung Cikamurang, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur , Jumat, (05/08/2022).
Perahu nelayan hancur setelah dihantam ombak besar di Pantai Ciujung, Kampung Padang Cikalapa, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, pada, Kamis (04/08/2022).
- Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
- Sidak Lapas Cibinong, Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto
- Kepala BIN Muhammad Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Prestasi Esports Lebih Tinggi Jadi Target
- Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
- Perdagangan Aceh Semester I 2026 Catat Surplus USD105,4 Juta, Ekspor Didominasi Batu Bara
Kedua nelayan ditemukan di tempat dan waktu yang berbeda. Nelayan yang diketahui bernama Iryanto (27), warga Desa Karang Angar Ilir, Kecamatan Pasekon, Kabupaten Indramayu, ditemukan di perairan Kampung Cikamurang, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, sekitar pukul 06.00 WIB.
"Korban pertama ditemukan 5 Km ke arah timur dari titik tenggelam," kata Kasatpol Air Polres Cianjur, AKP Heri ZP, kepada wartawan, Jumat (05/08/2022).
Sementara, untuk korban kedua bernama Rosandi (41) warga Desa Karang Angar Ilir, Kecamatan Pasekon, Kabupaten Indramayu, ditemukan 5,5 Km dari titik tenggelam sekitar pukul 14.07 WIB.
"Kedua korban setelah di evakuasi dibawa ke Puskesmas Sindangbarang dan menunggu keluarga korban untuk dibawa," katanya.
Dengan ditemukannya kedua korban nelayan, sehingga pencarian dihentikan. "Kita hentikan, karena korban dua duanya sudah ditemukan," katanya.
Sebelumnya, dua orang nelayan pesisir pantai selatan dinyatakan hilang setelah perahu yang dipakainya terbelah dihantam ombak di Pantai Ciujung, Kampung Padang Cikalapa, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, pada Kamis (04/08/2022).
Kapolsek Sindangbarang, Iptu Dadang Rustandi mengatakan, perahu yang rusak terbelah tersebut pertama kali terlihat oleh warga. selain perahu, sejumlah barang-barang milik nelayan dari dalam perahu terlihat berceceran di sekitar pinggir pantai.

Tulis Komentar