Huntap Korban Gempa Di Palu Diterjang Banjir
Kilasriau.com - Hunian tetap (huntap) korban terdampak gempa bumi, likuefaksi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada September 2018 lalu, diterjang banjir, Minggu (31/7/2022).
Badan jalan di permukiman Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako Sulawesi Tengah di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, tersebut seperti berubah menjadi sungai yang berarus deras.
- Bea Cukai Langsa Kembali Hadir Salurkan Bantuan Dukung Percepatan Pemulihan Masyarakat Terdampak Pasca Bencana Hidrometeorologi
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
Pingky Lidia (40), salah satu penghuni huntap, mengatakan, banjir yang sama pernah terjadi sebelumnya. Namun, banjir kali ini lebih besar.
Untuk itu, ia berharap trauma saat bencana alam pada 2018 lalu tidak terulang lagi.
"Saya berharap bencana banjir di hunian tetap ini bisa menjadi perhatian Pemerintah Kota Palu. Karena kami sebagai penyintas bencana 2018 lalu tidak ingin trauma yang kami alami beberapa tahun lalu itu terjadi lagi," kata Pingky melalui pesan WhatsApp, Minggu.
Banjir di permukiman para penyintas bencana alam itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita, setelah diguyur hujan deras sejak pukul 12.30 Wita.
Lilis (38), warga lainnya, mengatakan, banjir itu menggenangi halaman hingga masuk ke dalam rumah.
"Ini kedua kalinya banjir lewat menerjang wilayah huntap. Saya sudah dua tahun tinggal di sini dan selalu banjir kalau musim hujan," ujarnya.
"Karena posisi rumah saya berada di bawah, air masuk ke dalam rumah. Hingga kasur saya tergenang air, " kata Lilis.
Saat ini hujan tengah mereda. Namun, para warga penyintas bencana ini tetap waspada akan datangnya banjir susulan.


Tulis Komentar