Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Didalam Septic Tank Usai 2 Hari Menghilang
Kilasriau.com - Seorang bocah ditemukan meninggal dalam septic tank di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, setelah dua hari menghilang.
Keyla alias Keke (3) dilaporkan hilang sejak Sabtu (23/7/2022) dan ditemukan Senin (25/7/2022) sekitar 16.00 WIB.
- Kasus Anak Gajah Mati di TNTN, Ditreskrimsus Polda Riau Tetapkan Pemilik Lahan sebagai Tersangka
- Personel Kodim 0314/Inhil Turut Bantu Padamkan Sijago Merah
- MBG Dapur 1 Capai 2.350 Penerima Manfaat, Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto
- Kebakaran Hebat di Jalan Gunung Daek, Kafe dan Rumah Warga Hangus Dilalap Api
- Insiden Lalu Lintas di Keritang, Pasangan Lansia dan Pedagang Tahu Alami Luka
"Ditemukan di dalam septic tank dalam keadaan meninggal dunia," kata Kapolsek Kota Baru Kompol Dhadhag Anindito melalui sambungan telepon, Senin (25/7/2022).
Dhadhag mengatakan, jasad Keke berada dalam central septik tank yang berada tidak jauh dari rumahnya di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Penyebab Keke terjatuh ke dalam septic tank hingga kini masih diselidiki. Saat ini, jenazah bocah
Sementara itu, Ketua RT 28 Kelurahan Rawasari Helmi menuturkan, sebelum dinyatakan hilang, warga sempat juga membuka salah satu lubang, tapi Keke tidak terlihat.
"Saat warga buka tidak ditemukan. Kami kaget karena polisi menemukan Keke di salah satu lubang," kata Helmi.
Central septik tank, kata Helmi memiliki empat lubang.
Saat dibuka salah satu lubangnya, petugas melihat tangan Keke dan menemukannya dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Menurut Helmi, biasanya semua lubang septic tank memang dalam kondisi tertutup. Saat diperiksa pada Sabtu, tempat pembuangan limbah itu juga tertutup.
Keke merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Nurlela (38) dan Yusman (41).
Orangtua Keke belum bisa mintai keterangan karena masih berduka.
Sejak kehilangan keluarga telah melakukan berbagai upaya, untuk mencari anaknya.
Beberapa upaya itu dengan mengumumkan info kehilangan lewat pesan berantai, memanfaatkan media sosial, menyebar informasi dari mulut ke mulut, serta mencari langsung di sekitar tempat bermain bersama warga sekitar.
Paman korban, Alamsyah mengatakan, berdasarkan keterangan dari teman korban diketahui saat itu keponakannya bermain di air parit bersama temannya sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (23/7/2022).
"Karena berbahaya mereka ditegur dan disuruh untuk pulang," kata dia.
Setelah ditegur, anak-anak itu pulang dan berpisah ke rumah masing-masing.


Tulis Komentar