Bea Cukai Lhokseumawe Gelar DKRO, Penerimaan Cukai Lampaui Target 2026
Kilasriau.com, Lhokseumawe — Bea Cukai Lhokseumawe terus menunjukkan kinerja impresif pada awal tahun 2026. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Dialog Kinerja dan Risiko Organisasi (DKRO) yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Bambang Sutarjo, sebagai forum evaluasi strategis atas capaian kinerja dan pengelolaan risiko organisasi.
Dalam forum DKRO tersebut, terungkap bahwa Bea Cukai Lhokseumawe telah berhasil melampaui target penerimaan cukai tahun 2026 bahkan di awal triwulan II.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Vicky Fadian, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa hingga periode tersebut, Bea Cukai Lhokseumawe telah menghimpun penerimaan negara sebesar Rp185,339 miliar. Khusus dari sektor cukai, realisasi penerimaan mencapai Rp3,18 miliar atau sebesar 101,33 persen dari target tahunan yang telah ditetapkan.
- Sinergi Aparat dan Bea Cukai Langsa, Sosialisasi Gencar Tekan Peredaran Rokok Ilegal
- Jam Komandan, Dandim 0314/Inhil Tekankan Disiplin dan Hindari Pelanggaran
- Sekretaris Diskominfopers Inhil Ikuti Sosialisasi SPIP dan IEPK Sebagai Instrumen Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan
- Katerina Susanti Sambut Kepala BPMP Riau, Dorong Percepatan Pembenahan PAUD di Inhil
- Katerina Susanti Kukuhkan Bunda PAUD Dan Literasi, Lantik TP PKK Serta Posyandu Se-Inhil Untuk Perkuat SDM
“Capaian ini merupakan indikator positif atas efektivitas pengawasan dan optimalisasi penerimaan negara yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Vicky.
Tidak hanya pada aspek penerimaan, kinerja pengawasan juga menunjukkan hasil signifikan. Hingga awal triwulan II 2026, Bea Cukai Lhokseumawe telah melakukan sejumlah penindakan di bidang kepabeanan dan cukai. Dalam penindakan di sektor cukai, petugas berhasil menggagalkan peredaran 9,21 juta batang rokok ilegal. Selain itu, melalui sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya, turut dilakukan penindakan terhadap peredaran narkotika jenis ganja dengan total barang bukti mencapai 73.350 gram.
Di sisi pelayanan, Bea Cukai Lhokseumawe juga mencatat tingkat kepuasan pengguna jasa yang tinggi. Berdasarkan hasil survei, indeks kepuasan pengguna jasa mencapai skor 3,8 dari skala 4, yang mencerminkan kualitas layanan yang semakin responsif dan profesional.
Bambang Sutarjo dalam arahannya menegaskan bahwa capaian positif ini tidak terlepas dari sinergi seluruh elemen, baik internal organisasi maupun dukungan eksternal dari masyarakat dan para pemangku kepentingan.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pegawai serta dukungan masyarakat. Ke depan, konsistensi dan integritas harus terus dijaga untuk memastikan kinerja yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan capaian ini, Bea Cukai Lhokseumawe menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan penerimaan negara, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berimbang.

Tulis Komentar