Porlesta Pekanbaru Berhasil Menangkap Pria Yang Diduga Kurir Narkoba
Kilasriau.com - Polresta Pekanbaru, Riau, menangkap seorang pria yang diduga kurir narkoba. Namun, polisi tak menemukan barang bukti narkoba dari tangan pria berinisial CG (28) itu.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi mengatakan, pelaku ditangkap Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama Polsek Tampan di wilayah Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Rabu (15/6/22) sekitar 23.00 WIB.
- Data Pribadi Bocor Hingga Jadi Korban Penipuan, Ketum IWO Somasi PT Indah Logistik
- Polisi Gaung Amankan Pelaku Penganiayaan Berat, Korban Dibacok dengan Parang
- Gebrakan Perdana AKP Sunaryo, Dua Hari Jabat Kapolsek Langsung Tangkap Pelaku Karhutla
- Polsek Kateman Ungkap Kasus Narkotika, Sabu 12,85 Gram Diamankan
- Sebabkan Kebakaran 200 Hektar, Pelaku Diciduk Tim Gabungan Polres Inhu dan Polhut TNBT
Polisi justru menemukan dua senjata api beserta amunisinya dari pria yang berprofesi sebagai buruh itu.
"Kita mendapatkan informasi ada seorang pria memiliki senjata api. Setelah dilakukan penyidikan, ternyata benar pelaku menguasai dua puncuk senjata api rakitan dengan tujuh butir amunisi," ujar Budi kepada, Jumat (17/6/22).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku memiliki senjata api untuk berjaga-jaga. Salah satu senjata api dibeli di Sumatera Selatan seharga Rp 3 juta.
Sementara senjata api lainnya merupakan milik teman pelaku yang dititipkan kepadanya. Polisi pun kini memburu rekan pelaku yang berinisial R.
Budi menjelaskan, pelaku mengaku belum pernah menggunakan senjata api itu untuk melakukan aksi kriminal.
"Dia mengaku sudah dua tahun menguasai senjata api itu. Pengakuannya buat jaga-jaga saja," kata Budi yang didampingi Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan dan juga Kapolsek Tampan, Kompol I Komang Astama.
Budi mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa CG diduga seorang kurir narkoba. Namun, informasi tersebut perlu didalami lagi oleh petugas.
"Masih kami dalami terkait dugaan pelaku kurir narkoba. Tetapi, pelaku positif menggunakan narkotika dari hasil pemeriksaan urine," ujar Budi.
Untuk saat ini, pelaku dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, amunisi, dan bahan peledak.
Ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Tulis Komentar