Alami Defisit, Sejumlah Proyek Terancam akan Tunda Bayar
PEKANBARU, KILASRIAU.com - Akibat anggaran defisit, sejumlah kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terancam mengalami tunda bayar. Hal itu diakui Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), H Wan Thamrin Hasyim.
Meski begitu, Wan Thamrin belum bisa memperkirakan berapa banyak kegiatan yang akan mengalami tunda bayar. "Belum kita hitung besarannya. Tapi hati kecil saya mengatakan ada beberapa (tunda bayar)," kata Plt gubernur Riau.
Jika ada kegiatan yang mengalami tunda bayar, cakap Wan Thamrin, itu kalau rekanan menyanggupi. Namun ketika rekanan tak sanggup, maka beban kegiatan yang dikurangi.
- Lestarikan Budaya Melayu, 11 Ribu Personel Polda Riau Pakai Tanjak dan Selempang Tiap Jum'at
- Polres Inhil Gelar Apel Launching Penggunaan Tanjak dan Selempang bagi Personel
- DPD PW MOI Inhil Desak Pemkab Inhil Umumkan Rincian Mata Anggaran APBD Tahun 2026
- Tarawih Perdana di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan” Bupati Himbau Hormati Bulan Ramadhan”
- Bupati Herman Tekankan Arah Pembangunan Inhil 2027 Harus Berlandaskan Aspirasi Masyarakat
Disinggung apakah proyek strategis Pemprov Riau seperti jembatan Siak IV, gedung Kejati dan Polda Riau akan mengalami tunda bayar, Wan Thamrin belum bisa memastikannya.
Plt Gubri sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau untuk menghitung terlebih dulu, dan melakukan pendekatan kepada rekanan mana kira-kira kegiatan yang bisa dilakukan tunda bayar.
"Saya kira kalau rekanan skala besar pasti siap seandainya dilakukan tunda bayar dan tahun depan pasti dibayar. Karena yang berhutang itu ke APBD, bukan ke saya," ujarnya.


Tulis Komentar