Alami Defisit, Sejumlah Proyek Terancam akan Tunda Bayar
PEKANBARU, KILASRIAU.com - Akibat anggaran defisit, sejumlah kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terancam mengalami tunda bayar. Hal itu diakui Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), H Wan Thamrin Hasyim.
Meski begitu, Wan Thamrin belum bisa memperkirakan berapa banyak kegiatan yang akan mengalami tunda bayar. "Belum kita hitung besarannya. Tapi hati kecil saya mengatakan ada beberapa (tunda bayar)," kata Plt gubernur Riau.
Jika ada kegiatan yang mengalami tunda bayar, cakap Wan Thamrin, itu kalau rekanan menyanggupi. Namun ketika rekanan tak sanggup, maka beban kegiatan yang dikurangi.
- Bupati Herman Pimpin Evaluasi Kabupaten Kota Sehat 2026, Targetkan Inhil Raih Predikat KKS
- Kemnaker Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja di Medan Sesuai Kebutuhan Industri
- Kapolres Inhu Pimpin Serah Terima Jabatan Kasat Lantas, Ini Penggantinya
- Upacara Hari Juang Polri Tahun 2026 Berlangsung Khidmat, Kapolres Inhu Jadi Irup
- Polres Inhil Gelar Upacara Hari Juang Polri 2026, Teguhkan Semangat Pengabdian dan Nilai Perjuangan
Disinggung apakah proyek strategis Pemprov Riau seperti jembatan Siak IV, gedung Kejati dan Polda Riau akan mengalami tunda bayar, Wan Thamrin belum bisa memastikannya.
Plt Gubri sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau untuk menghitung terlebih dulu, dan melakukan pendekatan kepada rekanan mana kira-kira kegiatan yang bisa dilakukan tunda bayar.
"Saya kira kalau rekanan skala besar pasti siap seandainya dilakukan tunda bayar dan tahun depan pasti dibayar. Karena yang berhutang itu ke APBD, bukan ke saya," ujarnya.

Tulis Komentar