Alami Defisit, Sejumlah Proyek Terancam akan Tunda Bayar
PEKANBARU, KILASRIAU.com - Akibat anggaran defisit, sejumlah kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terancam mengalami tunda bayar. Hal itu diakui Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), H Wan Thamrin Hasyim.
Meski begitu, Wan Thamrin belum bisa memperkirakan berapa banyak kegiatan yang akan mengalami tunda bayar. "Belum kita hitung besarannya. Tapi hati kecil saya mengatakan ada beberapa (tunda bayar)," kata Plt gubernur Riau.
Jika ada kegiatan yang mengalami tunda bayar, cakap Wan Thamrin, itu kalau rekanan menyanggupi. Namun ketika rekanan tak sanggup, maka beban kegiatan yang dikurangi.
- Kanwil DJBC Aceh Laksanakan Monitoring dan Evaluasi K3S pada PT Pertamina EP Rantau Field
- Negosiasi Berlarut, PBH PERADI Pekanbaru Ultimatum Tempuh Jalur Hukum Jika Mediasi Disnaker Tak Beri Kepastian
- Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
- Wamenaker: Kepercayaan Publik Dibangun Melalui Pelayanan yang Cepat dan Transparan
- Raih Opini WTP, Bupati Herman Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD Inhil
Disinggung apakah proyek strategis Pemprov Riau seperti jembatan Siak IV, gedung Kejati dan Polda Riau akan mengalami tunda bayar, Wan Thamrin belum bisa memastikannya.
Plt Gubri sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau untuk menghitung terlebih dulu, dan melakukan pendekatan kepada rekanan mana kira-kira kegiatan yang bisa dilakukan tunda bayar.
"Saya kira kalau rekanan skala besar pasti siap seandainya dilakukan tunda bayar dan tahun depan pasti dibayar. Karena yang berhutang itu ke APBD, bukan ke saya," ujarnya.

Tulis Komentar