Palatihan Aplikasi Sipades 2.0 berbasis Online Secara Resmi Ditutup Oleh Kadis DPMD Inhil
KILASRIAU.com - Kepala Dinas PMD Budi N Pamungkas menutup kegiatan Palatihan Aplikasi Sipades 2.0 berbasis Online yang ditaja BKAD bersama kecamatan Kateman, Kecamatan Teluk Belengkong, Kecamatan Pelangiran dan Kecamatan Pulau Burung, Rabu (18/05/22)
Yang dimana peserta pelatihan ini diikuti 100 orang yang terdiri dari unsur Sekretaris Desa dan Kaur Umum dalam Pemerintahan Desa dari masing - masing Desa dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai aplikasi sipades sehingga bisa diterapkan atau diaplikasikan di wilayahnya masing - masing.
Kepala Dinas PMD Budi N Pamungkas mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini hingga selesai. Mengingat pentingnya pelaksanaan acara ini.
- Dinilai Beratkan Media Startup SMSI Riau Minta Permenkum Nomor 49 Tahun 2025 Dikaji Ulang
- DPD IMM Riau Serahkan Kajian Akademik kepada DPD RI, Desak Perjuangkan Keadilan bagi Provinsi Riau
- Menuju Pelantikan IKA UNISI 2026–2029, Pengurus dan Panitia Matangkan Persiapan Demi Kebangkitan Alumni
- AMPHIBI Gelar Aksi Serentak Nasional Peringati HUT ke-10, Usung Tema Pelestarian Lingkungan
- Tak Tega Lihat Kampung Halaman Dilanda Ketakutan, Ketua PW IWO Riau Umumkan Sayembara Tangkap Hidup Monyet Peneror
"Pengelolaan aset desa sama halnya dengan pengelolaan aset di kabupaten, dengan prinsip transparan, akuntabel, dan penggunaan pemanfaatannya harus dapat dipertanggung jawabkan, sesuai dengan yang disampaikan Bupati Inhil HM Wardan saat membuka acara ini dihadapan peserta yang mengikuti pelatihan," ucapnya
Lebih lanjut Kepala Dinas PMD Budi N Pamungkas kembali mengingatkan kepada Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Kaur Keuangan selaku pemegang kekuasaan pengelolaan aset desa agar tepat dalam perencanaan dan menggunakan serta memanfaatkan aset desa yang ada sesuai dengan kegunaannya serta menginvertarisir secara teliti dan tidak fiktif dalam pengadaan dan pencatatanya.
"Pergunakanlah aplikasi ini sebagai sarana mempermudah kita dalam pengelolaan aset desa. Serta segera terapkan ilmu yang didapat, jangan sampai ada aset desa yang tidak tercatat" pesannya.

Tulis Komentar