Empat Kali Gotong Royong, Warga Lorong Karya Bersama Pertanyakan Perhatian Pemda Inhil
Kilasriau.com – Persoalan infrastruktur kembali menjadi sorotan warga di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Masyarakat di Jalan Prof M Yamin, Lorong Karya Bersama, Parit 16, terpaksa berulang kali melakukan gotong royong secara swadaya untuk memperbaiki kondisi jalan di lingkungan mereka.
Ironisnya, kegiatan tersebut bukan hanya dilakukan sekali. Dalam kurun waktu satu tahun, warga mengaku sudah empat kali bergotong royong menangani kondisi jalan dengan mengandalkan tenaga dan kemampuan masyarakat sendiri.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana perhatian Pemerintah Kabupaten Inhil terhadap kebutuhan infrastruktur di kawasan permukiman masyarakat.
- Warga Apresiasi Kehadiran Pemerintah, Minta Pengawasan Berkesinambungan
- Tinjau Jalan Suhada II, Bupati Herman Pastikan Pengerjaan Terus Dikebut hingga Fungsional
- Tunaikan Janji Reses, Edy Indra Kesuma Turun Langsung Renovasi Pesanggrahan Pemakaman Pekan Arba
- IWO Riau Ultimatum Pelaksana Proyek 2026: Jangan Curi Volume dan Rampas Hak Rakyat!
- Mulai 28 Agustus 2026, Akses Masuk Tol Pekanbaru Dialihkan melalui Pintu Tol Bypass
Di tengah keterbatasan masyarakat, warga tetap turun langsung. Sejumlah warga terlihat mengerjakan perbaikan jalan dengan membawa peralatan dan material secara swadaya.
Salah seorang tokoh pemuda setempat, Hendri, mengatakan gotong royong merupakan bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut seharusnya tidak membuat pemerintah lepas tangan.

“Dalam setahun ini sudah empat kali kami melakukan gotong royong. Semuanya swadaya masyarakat. Kami tetap mau bergotong royong, tetapi kami juga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan di lingkungan kami,” ujar Hendri, melalui via Whatsapp, Selasa (22/9/26).
Ia menilai, semangat masyarakat untuk memperbaiki jalan secara mandiri jangan sampai justru menjadi alasan pemerintah tidak turun tangan.
“Kami tidak meminta semuanya harus dikerjakan masyarakat. Pemerintah juga punya tanggung jawab terhadap infrastruktur. Jangan sampai warga berkali-kali gotong royong, sementara perhatian dari pemerintah belum kami rasakan,” tegasnya.
Menurut Hendri, gotong royong yang dilakukan warga memang dapat membantu memperbaiki kondisi jalan dalam jangka pendek. Namun, persoalan infrastruktur membutuhkan penanganan yang lebih terencana agar masyarakat tidak terus-menerus mengeluarkan tenaga dan biaya secara swadaya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Inhil tidak hanya melihat pembangunan dari kawasan tertentu, tetapi juga memperhatikan jalan-jalan lingkungan yang setiap hari digunakan masyarakat.
“Kami berharap Pemda Inhil turun melihat langsung kondisi di sini. Kalau memang jalan ini membutuhkan penanganan, tolong diperhatikan. Masyarakat sudah menunjukkan kepeduliannya dengan empat kali gotong royong. Sekarang kami berharap pemerintah juga menunjukkan kepeduliannya,” harap Hendri.

Tulis Komentar