Seorang Warga Desa Sialang Panjang Menjadi Korban Keganasan Buaya
KILASRIAU.com - Seorang warga di Desa Sialang Panjang, kecamatan Tembilahan Hulu, kabupaten Indragiri Hilir, kembali menjadi korban keganasan buaya, Rabu (27/10/21).
M Juber yang merupakan warga setempat, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa saat itu, kondisi sedang hujan gerimis, untuk mengantisipasi terjadinya mati lampu korban kemudian mengisi minyak tanah ke pelita di dalam rumahnya.
"Iya, pak Amir bapaknya iwan
dia digigit buaya di dalam rumahnya sendiri lantai rumahnya," ujar M Juber yang juga merupakan kepala desa terpilih di Pilkades serentak tahun 2021 beberapa hari lalu.
Kemudian, Alumni MTs Riyadhatul Jannah ini menjelaskan kronologis kejadian saat itu, korban berada di dalam rumah dan lantainya tidak tertutup rapat, sehingga buaya melihat bayangan korban di permukaan air.
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bupati Inhil Hadiri Fun Night Run Hari Bhayangkara ke-80, Sinergitas Polri dan Masyarakat
- Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
- Gladi Bersih 6.100 Penari Joget Mande Digelar, Inhil Siap Pecahkan Rekor MURI
- Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
"Pak amir sedang ngisi minyak tanah ke pelita dan lantainya tidak rapat. Jadi dari bawah rumah nampak tebayang badan pak amir makanya buaya tu langsung disundul lantai rumahnya dan lepas langsung menggigit pahanya," kata M Juber.
Terakhir Alumni STAI Auliaurrasyidin Tembilahan ini menyebutkan bahwa korban saat di gigit buaya sedang menggunakan sarung dan celana pendek sehingga tidak menimbulkan luka yang parah.
"Untungnya pak amir memakai sarung dan celana sehingga lukanya tidak begitu parah," imbuhnya.
Untuk diketahui, peristiwa yang sama juga pernah menimpa Idrus (71 tahun) yang tidak lain merupakan tetangga korban Amir pada awal Januari 2021 lalu. Kemudian nasib malang juga menimpa Irham (45 tahun) pada bulan Maret 2020 lalu yang menyebabkan korban kehilangan nyawa akibat keganasan predator air tersebut. (**)

Tulis Komentar