Disebut-Sebut ECW Meroket Dari Hilir, Ternyata Darah Almarhum Ruspan Aman Mengalir Di Dirinya
Inuman, Kuantan Singingi, KilasRiau.com -
Edo Cipta Wiganda atau yang kerap disapa ECW merupakan salah seorang mahasiswa asal kecamatan Inuman yang tengah menempuh perkuliahan di universitas muhammadiyah riau.
Putera semata wayang dari Almarhum Helkundan (Ayah) dan Mainiar (Ibu) ini ternyata masuk dalam deretan daftar nama salah satu tokoh muda yang di persiapkan untuk melakukan pembaharuan di kecamatan asalnya, ataupun kabupaten Kuantan Singingi di masa yang akan datang.

- BPC KKSS dan PC IPSS Reteh Gelar Doa Selamat Sekretariat Baru Serta Pengajian Kajian Ilmu Agama
- Dialog bersama KNPI, ORMAS dan OKP, Bupati Inhil Ajak Sukseskan Program Pembangunan
- Belum 24 Jam Sertijab, Ketua PW-IWO Riau Tantang Kasatresnarkoba Inhil Sikat Bandar hingga ke Akar
- Suara Pemuda Kuansing: Kepastian Hukum PETI dan Janji WPR untuk Perekonomian Rakyat
- Transformasi Paradigma Restorative Justice dan Jaminan Perlindungan HAM Terpidana di Indonesia
Melihat dari silsilah keluarga besarnya, Edo yang merupakan anak tertua dari tiga bersaudara ini lahir di tengah-tengah Keluarga besar Almarhum H. Ruspan Aman.
Ayahanda Edo yang merupakan adik Almarhum Ruspan Aman yang kerap dipanggil pak uwo oleh Edo itu, semasa hidupnya merupakan kader partai Golkar tulen yang sangat dikenal oleh seluruh masyarakat, kader yang berani dan penuh keyakinan ini masih dikenang hingga sekarang. Baik di mata masyarakat atau di diri partai golkar itu sendiri.

Dengan munculnya nama Edo Cipta Wiganda sebagai tokoh muda di kecamatan Inuman, tentu mengingatkan kembali masyarakat Inuman kepada sosok mendiang Ruspan Aman.
Ketika pihak KilasRiau.com mengkonfirmasi ECW terkait hubungan dirinya dengan Almarhum Ruspan aman, dirinya mengakui hal tersebut bahwa memang ada ikatan keluarga antara dirinya dengan Almarhum.
"Betul, dia pak uwo saya." Kata Edo datar.

Edo yang mendengar informasi bahwasanya masyarakat Inuman sangat merindukan sosok Almarhum ketika semasa hidupnya itupun sontak membuat Edo terharu dan berlinang air mata.
Edo menjelaskan bahwa dirinya baru mulai melangkah menatap dunia luas, bapak sekaligus guru bagi dirinya itupun sudah tutup usia.

"Hehe (sambil menyapu air mata), saya baru memulai langkah, pak uwo yang mengajarkan pergerakan sudah mendahului kita semua.
Mari kita kirim al-fatihah bersama" Ucap Edo singkat
Edo juga menyambut baik hal tersebut, jika memang dirinya menjadi tokoh yang dipersiapkan di masa yang akan datang.**

Tulis Komentar