Mengenalkan Pertanian Melalui Generasi Muda Dimulai dari Kampus
KILASRIAU.com - Sejarah mencatat kalangan muda di Indonesia sebagai kalangan terpelajar telah menggerakkan perjuangan bangsa dan ini tidak terlepas dari namanya mahasiswa yang sering dikenal sebagai kalangan muda intelektual yang memiliki peran bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Status mahasiswa merupakan status pada level intelektual yang tinggi, usia muda dengan idealisme yang masih kuat. Peran dan fungsi mahasiswa dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk kemajuan suatu bangsa dan negara. Karena mahasiswa sendiri memiliki peran dan fungsi, tak sekedar sukses kuliah.
Sebagai kalangan dengan level intelektual yang tinggi di masyarakat, mahasiswa tak hanya cukup dengan kuliah, kantin, pustaka, kampus saja. Mahasiswa juga memiliki fungsi sosial yang lebih luas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedikitnya ada 5 peran mahasiswa baik secara pribadi maupun interaksinya dalam kehidupan sosial yang perlu diketahui mahasiswa seperti: Mahasiswa Sebagai Iron Stock, Mahasiswa Sebagai Agent of Change, Mahasiswa Sebagai Guardian of Value, Mahasiswa Sebagai Moral Force, dan Mahasiswa Sebagai Social Control.
- DPW PWMOI Adakan Bagi-Bagi Takjil dan Buka Bersama Dengan Seluruh Pengurus
- MBG Dapur 1 capai target, Dapur 2 Siap Diluncurkan
- UIN SUSKA RIAU: Maju Bersama, Membangun Pekanbaru!
- Namanya Masuk Jadi Saksi di SKGR Terbitan Terbaru, Keluarga Abd Aziz Pertanyakan Loyalitas Subair KS
- Raihan Darama Putra Pinpin HMI Cabang Pekanbaru, Konsolidasi Aksi dan Akselerasi Pergerakan jadi Fokus Utama
Dari 5 peran mahasiswa tersebut sangat perlu memberikan suatu trobosan-trobosan yang sangat baik khususnya di bidang pertanian yang ada di Kabupaten Inhil. Hal ini guna menampik berbagai anggapan miring seputar pekerjaan petani, seperti anggapan pekerjaan petani kotor, miskin, tidak jelas pendapatannya dan sebagainya. Atas dasar itu pula, tak heran juga dari tahun ke tahun jumlah petani di Indonesia terus menyusut. Karena masih banyak generasi milenial yang menganggap profesi sebagai petani tidak keren dan memiliki masa depan suram dibandingkan profesi lainnya.
Maka dari itu dibawah naungan yayasan tasik gemilang (YTG) kampus Unisi Tembilahan juga diharapkan mampu memberikan inovasi terbarukan dengan dikembangkannya riset – riset berkualitas untuk menghasilkan teknologi pertanian modern serta berkelanjutan yang dapat meningkatkan produktivitas serta nilai tambah sektor agraris.
Demikian pula pemerintah perlu memberikan dukungan untuk mendorong terciptanya riset untuk diaplikasikan ke petani langsung. Bahkan saat ini digitalisasi pertanian sudah mulai diaplikasikan oleh petani di beberapa daerah.
"Maka dari itulaha perlu adanya kesadaran diri serta kerja keras agar minat mahasiawa pertanian lebih tinggi lagi untuk memanfaatkan lahan yang semakin hari semakin sedikit dan lapangan pekerjaan semakin silit. Di sinilah peran mahasiswa untuk dapat memberikan trobosan apalagi di bidang pertanian," jelasnya Dr Mulono Apriyanto S TP MP Dekan Faperta Unisi, Sabtu (6/02).
Terakhir Dekan Faperta mengatakan lahan penelitian dan praktikum Fakultas Pertanian merupakan wujud nyata peran serta Yayasan Tasik Gemilang dalam hal ini Edi Syahwannur dalam membina genarasi dan membangun bidang pertanian di Indragiri Hilir melalui dunia akademik.
"Dengan adanya Kebun Penelitian dan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri mahasiswa dapat benar-benar memanfaatan lahan penelitian dan praktikum Ini. Karena lahan penelitian dan praktikum ini adalah daya tarik bagi mahasiwa dan calon mahasiswa faperta. Semoga dengan adanya ini akan lebih banyak lagi yang tertarik untuk kuliah di Pertanian Unisi," tutupnya.


Tulis Komentar