8 Alat Berat Disbun Inhil Beroperasi di Sungai Gantang Laksanakan Pembangunan Tanggul Mekanik
KILASRIAU.com - Delapan alat berat (excavator) yang ada di Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil dari total 18 unit kembali difungsikan.
Sebanyak delapan alat berat ini tengah beroperasi untuk pembangunan tanggul mekanik tahun 2020 di Desa Sungai Gantang, Kecamatan Kempas yang beberapa hari lagi akan selesai.
Sisanya sebanyak 10 unit masih belum bisa difungsikan karena 1 unit yang berada di Sungai Gantang masih dalam kondisi rusak dan 2 unit di workshop. Sedangkan 7 unit lagi masih berada di Kecamatan.
- SMSI Riau Dukung Kebijakan Plt Gubri Rombak Direksi BUMD Agar Sejalan Dengan Visi Misi
- APPSI Inhil dan Badko HMI Riau–Kepri Silaturahmi dengan Pimpinan Perum Bulog Cabang Tembilahan
- KNPI Inhil Silaturahmi dengan Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir, Perkuat Sinergi Pemuda dan Penegakan Hukum
- Gerakan Persatuan Pemuda Gerbang Selatan Muncul, Berupaya Majukan Kelurahan Pulau Kijang
- IKWI Resmi Miliki Hak Paten Logo dan Merek Organisasi, Akhiri Kekhawatiran Pendaftaran oleh Pihak Lain
"Seperti yang saya sampaikan tadi bahwa beberapa alat sudah ada yang dioperasikan dan sebagiannya lagi dalam keadaan rusak, harus dilakukan servis karena pada saat penjemputan alat berat ini ada yang kondisinya bagus dan ada juga yang rusak jadi perlu pengecekan secara keseluruhan agar bisa benar-benar difungsikan," jelas Kadisbun Inhil Sirajuddin melalui Surya Kasi Lahan dan Irigasi, Rabu (16/12).
"Saat ini masih ada 7 unit alat berat kita yang berada di Kecamatan," ucap Surya.
Dikatakan Surya lagi, 7 unit alat yang berada dibeberapa kecamatan yaitu di Kecamatan Teluk Belengkong, Kuindra, Sungai batang, Reteh, Gaung, Concong, dan Pelangiran.
Lebih lanjut Surya menuturkan bahwa dalam proses penjemputan alat berat ini ada beberapa kendala diantaranya adalah alat yang jauh dari titik penjemputan dan masih ada yang berada di tengah kebun masyarakat dan dalam keadaan rusak.
"Beberapa alat berat ini belum bisa kita bawa semua karena kondisi alat dan lokasi penjemputan di berbagai kecamatan berbeda, ada yang masih berada di tengah kebun masyarakat dan ada juga yang masih rusak," tutupnya.

Tulis Komentar