Berikut Peningkatan Indeks Harga di Tembilahan Kabupaten Inhil
KILASRIAU.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhil Perkembangan indeks harga konsumen (Inflasi/Deflasi) Kota Tembilahan pada bulan Oktober 2020, Senin (02/11).
Kepala BPS Kabupaten Inhil Hartono mengatakan bahwa pada bulan Oktober 2020, Kota Tembilahan mengalami inflasi sebesar
0,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,37. Tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2020 sebesar 2,43 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019)
sebesar 2,68 persen.
"Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,73 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi
yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan
jasa lainnya sebesar 0,21 persen. Sementara kelompok lainnya relatif
stabil," jelasnya.
- Bupati Inhil Tutup Wedding Expo dan Bazar UMKM Ramadan Fair 2026, Dorong Promosi Kreatif dan Penguatan Usaha Lokal
- Buka Wedding Expo dan UMKM Inhil Ramadan Fair 2026, Bupati Inhil Dorong Ruang Promosi dan Penguatan Ekonomi Lokal
- PT Korindo Komplit Karbon Siap Tampung Pinang Petani Inhil Mulai 9 Maret 2026
- Pemkab Inhil Gelar Ramadan Fair UMKM 2026, Dimeriahkan Berbagai Lomba dan Doorprize Menarik
- Bupati dan Ketua IWAPI Inhil Resmikan Outlet Oleh-Oleh UMKM, Perkuat Akses Pasar serta Ekonomi Lokal
Lebih lanjut Hartono menuturkan Komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Tembilahan antara lain: cabai merah, udang basah, petai, daging ayam ras, minyak
goreng, cabai hijau, bawang merah, pepaya, kopi bubuk, seng, telur ayam ras, jagung muda/putren, cumi-cumi, susu bubuk, keramik, jengkol, buncis, sabun cair/cuci piring, shampo dan komoditas lainnya.
"Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 23 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Sibolga dan sebesar 1,04 persen dan inflasi terendah di Kota Bengkulu sebesar 0,02
persen. Sedangkan deflasi hanya terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,32 persen. Dan di Indonesia, dari 90 kota IHK, 66 kota mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Sibolga sebesar 1,04 persen dan inflasi terendah di Kota Jember, Bekasi, Cirebon dan DKI Jakarta sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi di Kota Manokwari sebesar 1,81 persen dan deflasi terendah di Kota Surabaya sebesar 0,02 persen.


Tulis Komentar