Pemerintah Belum Menentukan Langkah Bayar Utang ke Pertamina
KILASRIAU.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) belum menentukan langkah dalam menanggapi pembayaran utang terhadap PT Pertamina (Persero). Nilai utang pemerintah ke Pertamina mencapai 3,1 miliar dolar AS.
Seperti diketahui, piutang dari pemerintah terhadap Pertamina tersebut merupakan angka kompensasi yang harus dibayarkan pemerintah karena penjualan Premium dan proyek bahan bakar minyak (BBM) satu harga yang dikerjakan oleh Pertamina.
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono mengatakan, pemerintah belum menyusun ulang koordinasi lintas-kementerian terkait hal itu. Di sisi lain, kata dia, kebijakan pembayaran utang Pertamina merupakan kewenangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
- Wow! Hacker Asal Perawang Riau Ini Terima Penghargaan dari NASA Usai Temukan Celah Sistem Keamanan
- Indonesia dan Turki Sepakati Joint Action Plan 2026–2027: Wujudkan Pasar Kerja Inklusif hingga Berbagi Konsep ‘Model Factory’
- Pertahankan Opini WTP, Wamenaker Minta Jajaran Kemnaker Jaga Akuntabilitas
- Indonesia-Iran Bahas Penguatan Pelatihan Vokasi, Jaminan Sosial dan Akses Kerja bagi Penyandang Disabilitas
- Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital
“Karena kan alokasi anggaran yang atur itu Bu Menkeu, nah ini belum kita rapatkan lagi,” kata Susi saat ditemui Republika, di kantornya, Jakarta, Senin (10/6/2019).
Dia menjelaskan, dalam waktu dekat Kemenko Perekonomian akan mengundang kembali Pertamina dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berkoordinasi bersama-sama. Kendati demikian, dia menegaskan, pihaknya harus terlebih dahulu mengkoordinasikannya dengan Kemenkeu sebab posisi alokasi anggaran negara diketahui secara detail di kementerian tersebut.
Sebelumnya, Pertamina merilis bahwa total kompensasi tersebut berkontribusi sekitar 6,74 persen dari total penjualan dan pendapatan usaha. Adapun berdasarkan catatan laporan keuangan Pertamina, kompensasi yang harus dibayarkan pemerintah untuk pergantian penjualan Premium dan BBM satu harga pada 2017 sebesar 740 juta dolar AS dan meningkat 3,1 miliar dolar AS tahun ini.

Tulis Komentar