Ada 2 Nama Diseret Romi, Ini Kata Wakil Ketua KPK
KILASRIAU.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami nama-nama yang disebut oleh tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama, Romahurmuziy alias Romi.
Setidaknya ada dua nama yang disebut kader PPP itu usai diperiksa penyidik KPK, Jumat (22/3). Keduanya adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan tokoh agama Kiai Asep Saifuddin Halim.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengaku akan terus mengembangkan perkara dugaan suap di Kemenag. Termasuk, mendalami nama-nama yang disebut oleh tersangka Romi.
- Ikbal Sayuti Kembali Pimpin PPP Riau Periode 2025–2030, Terima SK Langsung dari Ketua Umum
- Bupati Inhil Resmi Buka PKP Kader Loyalitas DPC PKB
- DPC PDI Perjuangan Inhil Gelar Rapat Perdana Pengurus Periode 2025, Perkuat Soliditas dan Siapkan Program Kerakyatan
- Sekjen DDII Sambangi PPP Riau, Bahas Politik sebagai Jalan Pengabdian Umat
- Adakan Konferensi Cabang, Adinaputera Kembali Ditunjuk Menjadi Ketua DPC PDI-P Kabupaten Lingga Priode 2025-2030
"Ya info yang didapatkan oleh penyelidik-penyelidik, pasti akan didalami oleh KPK," kata Laode kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Jumat (22/3/2019).
Romi menyebut Khofifah Indar Parawansa turut merekomendasikan nama Haris Hasanuddin menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) ProvinsiJawa Timur.
"Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan ‘Mas Romi, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus’,” tutur Romi menirukan permintaan Khofifah kepadanya.
Bagi Romi, rekomendasi seperti itu lumrah terjadi di kalangan pemerintah. Sebab, semua pejabat kanwil pasti bersinergi dengan gubernur maupun bupati setempat.
"Kenapa? Karena banyak hal yang dalam posisi mereka membutuhkan sinergi dengan pemprov atau pemkab, itu biasa," tandas Romi.


Tulis Komentar