54 Warga Inhil Tercatat Alami ISPA, DKP2KB Tunggu Tambahan 4.000 Masker
Kilasriau.com – Sebanyak 54 orang dari kelompok usia balita hingga lanjut usia tercatat mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Data tersebut tercatat dalam laporan penanggulangan krisis kesehatan per 20 Oktober 2026.
Di tengah penanganan kasus tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Inhil kini hanya memiliki persediaan 300 masker. Untuk memenuhi kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat, pemerintah daerah masih menunggu tambahan bantuan 4.000 masker dari Pemerintah Provinsi Riau yang sedang dalam proses pengiriman.
Kepala DKP2KB Inhil, dr. Udin, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) dan Sumber Daya Kesehatan, Haili, mengatakan seluruh masyarakat yang tercatat mengalami ISPA telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas masing-masing.
- Peduli Kesehatan Warga, PWMOI Riau Bersama Polsek Binawidya Turun ke Jalan Bagikan Masker
- Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Ketua TP PKK Inhil Hj. Katerina Susanti Gelar Sosialisasi Sejuta Vaksin HPV
- BPBD KABUPATEN INDRAGIRI HILIR BAGIKAN 4.200 MASKER KEPADA MASYARAKAT
- Ketua TP. PKK Inhil Ajak Perempuan Vaksinasi HPV, Perlindungan dari Kanker Serviks
- Tekan Risiko Stunting, Yuliantini dan Katerina Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni di Sungai Luar
“Seluruh masyarakat yang terdata telah mendapatkan penanganan dari tenaga medis di masing-masing puskesmas,” kata Haili saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan data tersebut, kelompok dewasa menjadi kategori dengan jumlah penderita terbanyak, yakni 23 orang. Selanjutnya, balita sebanyak 13 orang, remaja delapan orang, lansia tujuh orang, serta anak-anak tiga orang.
Secara keseluruhan, jumlah tersebut mencapai 54 orang dari berbagai kelompok usia yang telah mendapatkan penanganan tenaga medis.
Haili menjelaskan, sebelumnya DKP2KB Inhil memiliki persediaan 34.000 masker. Seluruh persediaan tersebut telah didistribusikan ke sejumlah puskesmas dan instansi vertikal untuk mendukung kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat.
“Untuk saat ini, stok masker yang tersedia tersisa 300 buah. Kami sedang menunggu bantuan dari provinsi sebanyak 4.000 masker yang saat ini masih dalam perjalanan,” ungkapnya.
Tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masker untuk distribusi berikutnya. Meski demikian, DKP2KB Inhil tetap melanjutkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan melalui fasilitas kesehatan yang tersedia.
Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menggunakan masker saat mengalami gejala gangguan pernapasan atau berada di lingkungan dengan kualitas udara yang kurang baik.
DKP2KB Inhil juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang membutuhkan penanganan medis.

Tulis Komentar