Inhil Bakal Miliki Sekolah Nasional Terintegrasi Senilai Rp250 Miliar di Tempuling
Kilasriau.com – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Pemerintah berencana membangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Tempuling dengan pagu anggaran sebesar Rp250 miliar. Sekolah tersebut direncanakan mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, Abdul Rasyid, melalui Kepala Bidang (Kabid) SD, Dedi Surahman, mengatakan bahwa rencana pembangunan SNT saat ini masih dalam tahap verifikasi.
“SNT sudah juga proses verifikasi. Mudah-mudahan kita berdoa juga berkat Pak Bupati juga, nanti itu SNT akan berada di Tempuling dengan pagu dana Rp250 miliar. Sekolah tingkat SD, SMP, SMA terletak di satu kawasan. Kabarnya tahun ini sudah mulai peletakan batu pertama,” ungkap Dedi Surahman kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
- Ketua TP PKK Inhil Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Kualitas SDM Masa Depan
- Wujud Kepedulian Sosial, Ketua FKWI Inhil Kunjungi Ponpes Al-Masyhad dan Berbagi dengan Santri
- Minat Melonjak, 40 Siswa Sudah Daftar di SPMB Gelombang Pertama SMKS Global Cendekia
- Fakultas Pertanian UNIKS Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi dalam Pengembangan Peternakan Berbasis Pertanian Terintegrasi dan Agribisnis Berkelanjutan
- Program Teman Belajar Menyenangkan Tingkatkan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas I
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan turun langsung bersama tim pendamping dari Kejaksaan Agung untuk meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan sekolah tersebut.
Menurutnya, proses verifikasi menjadi tahapan penting sebelum pembangunan dapat dimulai. Apabila seluruh tahapan berjalan lancar, peletakan batu pertama ditargetkan berlangsung pada awal November 2026.
“Dari Jam Intel Kejagung untuk memverifikasi kita. Jadi itu besok untuk peletakan pertamanya, kalau ini lolos mudah-mudahan di awal November kayaknya peletakan pertama,” tuturnya.
Selain rencana pembangunan SNT, Dedi juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 sebanyak 153 sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir mendapatkan bantuan rehabilitasi.
Dari total 253 sekolah jenjang SD dan PAUD yang sebelumnya diajukan, sebanyak 153 sekolah memperoleh bantuan pada tahun ini.
“Sebelumnya yang kita ajukan sebanyak 253 di SD dan PAUD, dan 153 sekolah yang dapat bantuan tahun ini,” ungkapnya.
Mantan Kepala SMP Negeri 1 Tembilahan itu menegaskan, Dinas Pendidikan Inhil akan terus berupaya agar rehabilitasi dapat menjangkau sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, baik pada jenjang PAUD, SD, maupun SMP.
Ia menyebutkan, pengajuan bantuan rehabilitasi ke pemerintah pusat akan kembali dilakukan pada 2027, dengan jumlah sekolah yang diusulkan lebih banyak.
Untuk jenjang SD, pihaknya berencana mengajukan sekitar 273 sekolah, ditambah 48 sekolah yang disebut telah disetujui dan diverifikasi pada 2026, sehingga totalnya diperkirakan mencapai 321 sekolah.
Sementara itu, untuk jenjang PAUD, terdapat sekitar 152 sekolah yang akan diajukan. Adapun pada jenjang SMP, jumlah sekolah yang direncanakan masuk dalam pengajuan bantuan tahun depan mencapai sekitar 64 sekolah.
“Kami juga tidak berhenti sampai di sini. Kita juga tahun depan berupaya untuk mengajukan lagi ke pusat, supaya sekolah-sekolah yang rusak di Inhil ini bisa dibantu oleh Kementerian Pendidikan melalui bantuan tersebut,” ujarnya.
Dedi berharap adanya dukungan pemerintah pusat serta kolaborasi berbagai pihak dapat memperluas jangkauan program rehabilitasi sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir.
Dengan demikian, sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat memperoleh perhatian secara bertahap, sehingga kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah tersebut semakin baik.

Tulis Komentar