Menuju Kemenangan di Pilkada dan Pileg Mendatang
AMPI Kabupaten Inhil: Musda Golkar DPD Golkar Inhil Momentum Regenerasi dan Konsolidasi
i
Kilasriau.com INDRAGIRI HILIR — Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Indragiri Hilir yang dijadwalkan berlangsung pada 13–14 September 2026 mendatang dinilai harus menjadi lebih dari sekedar agenda pergantian atau penetapan kepemimpinan.
Musda tersebut harus menjadi titik balik Partai Golkar Inhil dalam memperkuat konsolidasi, mempercepat regenerasi, merapikan mesin organisasi, sekaligus menyiapkan kekuatan politik menghadapi Pemilu, baik Pilpres, Pilkada Dan Pileg mendatang
- Gerindra Targetkan Rahul Jadi Gubernur Riau di Pilkada 2029
- RBN Season Pertama NasDem Inhil Resmi Ditutup, Pelajar Didorong Jadi Penggerak Generasi Muda
- Projo Riau Gelar Rapat Perdana Usai SK Pengurus Baru, Konsolidasi DPC dan PAC Jadi Prioritas
- Dari Rakyat, Untuk Rakyat!’ Seruan Andi Darma Taufik yang Bangkitkan Semangat Kader PDIP Inhil
- Cepat dan Solid, Ahmad Fuad Terpilih Jadi Ketua PPP Inhil
Pandangan tersebut disampaikan Plt. Sekretaris AMPI Kabupaten Indragiri Hilir sekaligus kader Muda Partai Golkar Inhil, David Aqmal. Ia menilai momentum Musda merupakan kesempatan penting bagi seluruh kader untuk melihat Partai Golkar secara lebih jauh, bukan hanya berbicara mengenai siapa yang memimpin, tetapi ke mana partai akan dibawa dalam 5 tahun ke depan.
“Musda jangan hanya menjadi forum memilih siapa ketua dan Pengurus. Musda harus menjadi momentum menentukan arah Partai Golkar Inhil ke depan. Kita membutuhkan konsolidasi yang nyata, soliditas yang kuat dan keberanian melakukan regenerasi. Kalau ingin menang pada Pilkada 2028 dan Pemilu Legislatif 2029, persiapannya tidak bisa dimulai menjelang pemilu. Harus dimulai dari sekarang,” tegas David.
Menurutnya, tantangan politik ke depan semakin kompleks. Partai tidak cukup hanya mengandalkan struktur organisasi dan kekuatan politik masa lalu. Golkar harus mampu membaca perubahan perilaku pemilih yg dinamis, perkembangan teknologi, dinamika generasi muda serta tuntutan masyarakat yang semakin kritis.
Karena itu, regenerasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan dan kewajiban.
David menegaskan, generasi muda harus diberikan ruang yang lebih besar untuk masuk, belajar, berproses dan mengambil peran dalam tubuh Partai Golkar.
“Jangan sampai anak muda hanya dijadikan Syarat Formal semata, di jadikan untuk massa ketika ada kegiatan politik atau hanya diminta hadir ketika partai membutuhkan suara. Anak muda harus diberikan ruang untuk menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, kaderisasi dan kepemimpinan, serta menjadikan anak muda sebagai agenda strategis Golkar agar tidak tertinggal dari partai lain yang semakin progresif membuka ruang kontestasi bagi generasi muda. Golkar Inhil perlu membuktikan komitmen tersebut dengan memberikan ruang politik yang nyata, setara, dan meritokratis bagi anak muda untuk berkontestasi serta mengambil bagian dalam kepemimpinan partai, jika ini terwujud bukan sesuatu hal yang tidak mungkin untuk menuju kejayaan dimasa lalu bahwa golkar adalah partai pemenang di Inhil.” ujarnya.
Ia menilai anak muda memiliki energi, kreativitas, gagasan serta kemampuan membaca perubahan yang sangat dibutuhkan partai politik hari ini.
“Kalau ingin Pohon Beringin ini ingin tetap menjaga agar daunnya tetap lebat, rimbun, hijau, dan tumbuh subur di Kabupaten Inhil dalam 10, 20 bahkan 30 tahun ke depan, maka regenerasi harus dilakukan secara serius. Jangan takut memberikan ruang kepada anak muda. Justru partai yang berani membuka ruang bagi generasi penerus adalah partai yang sedang menyiapkan masa depannya,” sambungnya.
*Bidik Pemilu, Pilkada dan Pileg Mendatang, Konsolidasi Harus Dimulai Sekarang*
David yang juga pernah menjabat Ketua Umum HMI Jakarta Raya Periode 2019 - 2020 dan Wasekjen PB HMI Periode 2021–2023 tersebut menilai Musda memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan mesin politik partai Golkar menghadapi dua momentum besar, yakni memenangkan Pilkada 2028 dan Pileg 2029.
Menurutnya, waktu yang tersedia harus dimanfaatkan untuk melakukan pemetaan kekuatan, memperkuat struktur hingga tingkat bawah, memperbanyak kader potensial serta membangun komunikasi politik yang lebih inklusif dengan masyarakat.
“Kalau targetnya Golkar menjadi pemenang kembali seperti terdahulu, maka kita harus berhenti bekerja secara sporadis. Mesin partai harus bergerak terukur, ter arah, terorganisir dan konsisten. Struktur harus hidup, kader harus bekerja dan masyarakat harus merasakan keberadaan partai Golkar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa target kemenangan tidak mungkin dicapai hanya dengan mengandalkan figur tertentu.
“Pemilu, Baik Pilkada dan Pileg bukan pekerjaan satu atau dua orang. Ini kerja kolektif seluruh kader. Kalau ingin menang, seluruh elemen harus bergerak dalam satu barisan, satu strategi dan satu tujuan,” tegas David.
*Kriteria Calon Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Indragiri hilir*
Kriteria Calon Ketua Golkar Inhil sejumlah kader yang berpotensi berkompetisi dalam Musda, David menyebut seluruh kandidat merupakan kader terbaik yang memiliki kapasitas dan kelebihan masing-masing.
Namun, yang paling terpenting Calon Ketua Golkar inhil harus siap mengabdikan diri untuk partai, tentu nya siap dan rela berkorban untuk membesarkan partai dan berdampak terhadap kepentingan masyarakat banyak, bukan kelompok.
golkar juga harus di pimpin figur yang lentur dalam berpolitik mampu menjaga stabilitas internal partai, mampu merangkul berbagai kepentingan dan kelompok, menjaga keseimbangan di tengah dinamika internal partai, sehingga membawa perubahan yang lebih baik di tubuh Partai Golkar Inhil.
“Menurut saya, pengalaman, kapasitas kepemimpinan dan kemampuan membaca dinamika daerah, juga menjadi salah satu kunci faktor penting yang memiliki potensi besar untuk membawa Pohon Beringin Inhil ke arah yang lebih kuat,” ungkapnya.
Menurut David, pengalaman dan kapasitas seorang pemimpin harus mampu dikonversikan menjadi kekuatan organisasi dalam mengelola organisasi serta strategi Elektoral.
mengelola Organisasi: "Ketua partai kedepan bukan hanya petarung pemilu, tetapi juga organisator yang harus mengelola kader, membangun komunikasi dengan masyarakat, dan menjaga soliditas internal."
Strategi Elektoral: Memiliki kapasitas untuk
meningkatkan perolehan suara partai serta kursi legislatif pada pemilu dan pileg kedepan dan menjaga basis-basis suara strategis partai sehingga elektabilitas partai hingga tingkat akar rumput juga tetap meningkat.
“Yang dibutuhkan Golkar inhil ke depan yang mampu mengonsolidasikan kader, membaca peta politik, tentu nya membuka ruang juga bagi generasi muda dan membawa partai semakin dekat dengan masyarakat,"katanya.
Meski demikian, Mantan Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Raya ini menegaskan bahwa Musda harus tetap menjadi ruang demokrasi internal yang sehat.
“Semua kandidat punya hak dan peluang yang sama. Musda adalah proses demokrasi internal. Setelah keputusan diambil, semua harus kembali menjadi satu kesatuan yaitu keluarga besar Golkar. jangan sampai terjadi kembali Konflik-Konflik yang membuat partai golkar menjadi tertinggal, Tidak boleh ada lagi kubu-kubuan. Yang menang bukan kelompok tertentu, tetapi Partai Golkar,” tegasnya.
*AMPI Siap Bawa Warna Baru*
David juga menekankan bahwa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan pemuda yang berafiliasi dan menjadi sayap organisasi Partai Golkar harus mengambil peran lebih besar dalam mendorong regenerasi dan menghadirkan warna baru bagi Golkar di Indragiri Hilir.
Menurutnya, AMPI tidak ingin hanya menjadi pelengkap struktur politik, tetapi harus menjadi wadah lahirnya kader-kader muda Potensial yang memiliki kapasitas, integritas dan keberanian untuk tampil dalam ruang publik maupun kontestasi politik.
“AMPI harus menjadi rumah bagi anak-anak muda yang ingin berproses, dan belajar Berpolitik, Kita ingin Menjadi wadah bagi generasi muda dalam pengembangan potensi, kreativitas, dan pendidikan politik generasi muda yang berorientasi pada karya kekaryaan dalam pembangunan bangsa, dan juga mampu bekerja, mengawal kepentingan masyarakat dan memahami persoalan daerah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak memilih bersikap apatis terhadap politik.
“Anak muda jangan hanya menjadi penonton. Jangan menyerahkan seluruh keputusan tentang masa depan daerah kepada orang lain. Politik harus diisi oleh anak muda yang punya gagasan, keberanian dan integritas,” tegasnya.
Menurut David, keterlibatan generasi muda juga harus diarahkan pada pengawasan dan pengawalan pembangunan daerah agar pembangunan Indragiri Hilir berjalan secara berkelanjutan dan benar-benar memberikan manfaat dan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami AMPI siap Lahir Kembali di Indragiri Hilir untuk membawa wajah dan warna baru. Kami siap ikut mengawasi, mengawal dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di daerah. Anak muda harus mengambil bagian, bukan sekadar menyaksikan,” katanya.
*Musda Harus Membuka Babak Baru Golkar Inhil*
David yang pernah juga Sebagai Salah satu kandidat Bakal Calon Ketua Umum PB HMI pada Saat Kongres ke XXXII di pontianak berharap Musda Golkar XI Kabupaten Inhil tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek dan Pragmatis, maupun sekadar perebutan posisi kepemimpinan.
Ia meminta seluruh kader menjadikan Musda sebagai momentum membangun kembali kekuatan organisasi secara menyeluruh.
“Jangan habiskan energi untuk saling intrik, Energi kader harus diarahkan untuk membesarkan partai. Setelah Musda selesai, tidak boleh ada lagi cerita siapa pendukung siapa. Semua harus kembali bekerja untuk Golkar,” ujarnya.
Ia optimistis apabila seluruh kader mampu mengesampingkan kepentingan kelompok dan menempatkan kepentingan partai serta masyarakat sebagai prioritas, maka Golkar Inhil memiliki peluang besar untuk tampil lebih kuat dalam kontestasi politik mendatang tentu nya menjadi partai Pemenang.
“Musda ini harus menjadi titik balik. Kita ingin melihat Golkar Inhil yang lebih solid, lebih terbuka, lebih progresif dan lebih berani memberikan ruang kepada generasi muda. Kalau konsolidasi dimulai sekarang, regenerasi berjalan dan seluruh kader bergerak dalam satu barisan, maka target untuk memenangkan Pilkada 2028 dan Pileg 2029 bukan sesuatu yang mustahil.”
“Ini waktunya Golkar Inhil membuka babak baru. Bukan sekedar pergantian kepemimpinan dan pengurus, tetapi memperkuat mesin partai, melahirkan generasi baru dan merebut kembali dan mempertajam kepercayaan masyarakat. AMPI siap mengambil bagian dalam proses tersebut,” pungkas David selaku Kader Muda Golkar**

Tulis Komentar