Festival Merangkai Bunga dari Limbah Rumah Tangga, Kreativitas Warga Kuala Muda Kecil Jadi Peluang UMKM

Kilasriau.com — Sehari menjelang pelaksanaan Festival Merangkai Bunga, Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Edy Indra Kesuma, turun langsung melihat proses persiapan dan pembuatan berbagai karya bunga hias yang dilakukan masyarakat Kelurahan Kuala Muda Kecil, Kecamatan Seberang Tembilahan Barat, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi perhatian karena bahan utama yang digunakan peserta bukanlah material mahal, melainkan memanfaatkan berbagai limbah rumah tangga dan bahan alami yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi.

Beragam bahan sederhana dari lingkungan sekitar disulap menjadi rangkaian bunga hias dengan bentuk dan tampilan yang menarik. Di antaranya kulit buah pinang, mayang kelapa, sisik ikan kakap, kulit lokan, kerang, kulit telur, kulit jengkol, ampas kelapa, styrofoam, limbah timah rokok, kawat hingga plastik bekas.

Edy Indra Kesuma mengapresiasi kreativitas masyarakat yang mampu mengubah bahan-bahan tersebut menjadi karya seni bernilai. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memiliki potensi dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi kreatif.

“Ini merupakan kreativitas yang luar biasa. Bahan-bahan yang selama ini kita anggap sebagai limbah ternyata bisa diolah menjadi karya yang memiliki nilai seni dan bahkan memiliki peluang ekonomi,” ujar Edy saat meninjau persiapan kegiatan.

Ia menilai kreativitas ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Kuala Muda Kecil dapat menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Inhil untuk mengembangkan kegiatan serupa.

Menurutnya, apabila terus dibina dan dikembangkan, kerajinan berbahan limbah tersebut berpotensi menjadi produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dapat memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

“Ini bisa menjadi motivasi bagi desa dan kelurahan lainnya. Jangan melihat limbah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi bagaimana kita bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai dan memiliki daya jual,” katanya.

Festival Merangkai Bunga sendiri rutin dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini, perlombaan akan diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan.

Beragam karya unik hasil kreativitas peserta nantinya akan dipamerkan dalam festival. Setiap peserta dituntut mampu mengolah bahan-bahan sederhana menjadi rangkaian bunga yang memiliki nilai estetika.

Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Kreativitas warga menunjukkan bahwa limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kerajinan yang bernilai seni sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Pemanfaatan limbah tersebut juga dinilai dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di lingkungan. Dengan sentuhan kreativitas, bahan yang sebelumnya tidak bernilai dapat memiliki fungsi baru dan menjadi bagian dari produk kerajinan.

Festival ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat dalam memperingati hari besar Islam. Antusiasme warga yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan berbasis kreativitas dan budaya lokal mendapat tempat di tengah masyarakat.

Ke depan, Festival Merangkai Bunga diharapkan tidak hanya bertahan sebagai perlombaan tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu identitas dan ikon kreativitas Kelurahan Kuala Muda Kecil.

Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya kelompok-kelompok usaha kreatif berbasis pengelolaan limbah, sehingga kreativitas masyarakat tidak berhenti pada perlombaan, tetapi dapat berlanjut menjadi produk UMKM yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar.






Tulis Komentar