PEMUDA LIRA RIAU KECAM PEMBAKARAN LAHAN: MINTA KAPOLDA RIAU WUJUDKAN TAGLINE "GREEN POLICING" DENGAN TINDAKAN NYATA

Kilasriau.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Lira Provinsi Riau menyampaikan kecaman keras terhadap maraknya aksi pembakaran lahan dan hutan yang kembali marak terjadi di sejumlah wilayah Riau. Aksi ilegal ini dianggap tidak hanya merusak ekosistem lingkungan secara masif, tetapi juga mengancam kesehatan serta aktivitas ekonomi masyarakat luas.

Ketua DPW Pemuda Lira Riau, Daniel Saragi, S.H., menegaskan bahwa komitmen penegakan hukum dari aparat kepolisian sangat ditunggu oleh masyarakat Riau saat ini. Secara khusus, ia menagih langkah tegas dan terukur dari Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan,SIK,MH.

"Kami mengapresiasi semangat Green Policing yang diusung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, termasuk gerakan penanaman pohon. Namun, semangat pelestarian lingkungan ini harus dibarengi dengan tindakan penegakan hukum yang konkret dan tanpa pandang bulu terhadap para pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi," tegas Daniel Saragi.

Menurut Ketua Pemuda Lira Riau, jargon kepedulian lingkungan tidak akan berdampak maksimal jika oknum mafia tanah dan perusahaan pembakar lahan masih diberikan ruang untuk beroperasi.

Pernyataan Sikap DPW Pemuda Lira Riau:

Tindakan Hukum Tegas: Mendesak Polda Riau menindak tegas para dalang di balik penyiapan lahan dengan cara membakar.

Transparansi Penanganan Kasus: Meminta kepolisian membuka secara rinci ke publik proses penanganan perkara karhutla yang melibatkan korporasi.

Optimalisasi Satgas Karhutla: Mendorong pengerahan seluruh personel di tingkat Polres hingga Bhabinkamtibmas untuk melakukan deteksi dini dan tindakan cepat pencegahan kebakaran di titik rawan.

Pemuda Lira Riau menyatakan siap mengawal dan mendukung langkah jajaran Polda Riau selama tindakan yang diambil benar-benar membawa efek jera bagi para perusak lingkungan demi mewujudkan Riau yang hijau dan bebas asap.

Riau sudah beberapa Tahun terakhir tidak ada muncul kabut asap tapi kini kembali terjadi ini membuktikan kurangnya pengawasan dari aparat penegak hukum, dampak buruk yang luas terhadap kesehatan manusia, kualitas udara, kelestarian lingkungan, hingga perekonomian regional dan lintas negara ujar Daniel.






Tulis Komentar