Warga Inhil Luka Parah Setelah Bertarung dengan Harimau Bonita
KILASRIAU.com - Mardian, warga Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diterkam harimau. Korban menderita luka parah di badan dan kepala setelah bertarung menyelamatkan diri. Dia dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (2/3/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat kejadian, korban bersama Bujang dan Nahar sedang bekerja menggeser kayu di hutan dekat sungai rawa Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung. Tiba-tiba, Nahar dan Bujang yang berada beberapa meter dari korban mendengar jeritan minta tolong.
Saat menoleh ke belakang, ternyata seekor harimau sedang menerkam Mardian. Bujang langsung berusaha membantu Mardian dengan menggunakan tangan kosong. Sementara Nahar mencari bantuan kepada warga lain. Ketika itu, Mardian masih bergumul dengan harimau dan berusaha lepas dari maut.
- Uang Kebersihan Rutin Ditarik, Tumpukan Sampah Bau Busuk Malah Dibiarkan DLH!
- Sat Lantas Polres Inhil Patroli Jl. Terusan Mas-Parit 21, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan C3
- Kapolda Riau Bersama Pangdam XIX dan Menteri Kehutanan Bahas Restorasi Gambut dan Cegah Karhutla di Rumah Runding Kabupaten Bengkalis
- ISPU Inhil Tembus 311, Kapolres Donny: Kurangi Aktivitas di Luar dan Gunakan Masker
- Sekda Inhil Bersama OPD Gotong Royong Bersihkan Kawasan Islamic Center
Mardian menendang harimau sekuat tenaga hingga akhirnya lepas dari cengkraman kucing besar tersebut. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan.
Kapolres Inhil, AKBP Christian Roni Putra melalui Kapolsek Gaung, Iptu Walsum, membenarkan kejadian itu. "Korban masih dirawat di rumah sakit," kata Walsum, Ahad (3/3/2019).
Walsum mengatakan, korban menderita luka cukup parah di sekujur tubuhnya. "Korban digigit di bagian punggung belakang sebelah kanan dan luka gigitan pada bagian kepala," kata Walsum.
Komplik antara manusia dan harimau di Inhil ini bukan yang pertama terjadi. Pada tahun 2018 lalu, dua orang warga Inhil tewas diterkam harimau saat bekerja. Korban adalah Jumiati, seorang pekerja kebun PT THIP.
Ia diterkan pada Januari 2018 oleh harimau yang diberi nama Bonita. Harimau kembali menerkam pekerja pembangunan sarang walet, Yusri Efendi, pada Maret 2018. Bonita telah ditangkap dan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat.

Tulis Komentar