Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Prajurit Yonkav 11/Macan Setia Cakti untuk Perangi Peredaran Rokok Ilegal

Kilasriau.com, Lhokseumawe – Bea Cukai Lhokseumawe menggandeng prajurit Batalyon Kavaleri 11/Macan Setia Cakti dalam upaya memperkuat pemberantasan peredaran rokok ilegal melalui kegiatan sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yang berlangsung di Markas Yonkav 11/Macan Setia Cakti. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Bea Cukai dan TNI AD dalam meningkatkan pemahaman mengenai ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai, khususnya pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Komandan Batalyon Kavaleri 11/Macan Setia Cakti, Letkol Kav Dani Syahputra, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menjaga kepentingan negara. 

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Lhokseumawe dalam sambutannya mengapresiasi dukungan TNI AD terhadap berbagai upaya pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai, sekaligus mengajak seluruh prajurit untuk berperan aktif mengenali dan melaporkan indikasi peredaran rokok ilegal di lingkungan sekitar.

Dalam sesi materi, Syarifah Nadira memperkenalkan tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai institusi yang mengemban peran sebagai community protector, trade facilitator, industrial assistance, dan revenue collector. 

Selanjutnya, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Vicky Fadian,  memaparkan karakteristik rokok ilegal, berbagai modus pelanggaran di bidang cukai, dampaknya terhadap penerimaan negara, persaingan usaha yang sehat, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam menekan peredarannya. Materi kemudian dilanjutkan oleh Kepala Seksi Penindakan Penyidikan M. Syahputra,  yang menjelaskan jenis, fungsi, dan ciri-ciri pita cukai asli sehingga peserta dapat membedakannya dengan pita cukai yang tidak sesuai ketentuan.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Prajurit Yonkav 11/Macan Setia Cakti aktif mengajukan berbagai pertanyaan, tidak hanya terkait identifikasi rokok ilegal dan keaslian pita cukai, tetapi juga mengenai ketentuan kepabeanan dan cukai lainnya, seperti barang bawaan penumpang dari luar negeri, pengiriman barang dari luar negeri, hingga mekanisme pengawasan yang dilakukan Bea Cukai. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kepedulian prajurit terhadap isu perlindungan masyarakat dan penerimaan negara.

Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Lhokseumawe berharap sinergi dengan TNI AD semakin kuat dalam mendukung upaya pemberantasan rokok ilegal. 

Peningkatan pemahaman para prajurit diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam mendukung pengawasan di lapangan sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan rokok berpita cukai yang sah sebagai bentuk dukungan terhadap penerimaan negara dan terciptanya iklim usaha yang adil.






Tulis Komentar