DPD IMM Riau Kawal Kasus Penganiayaan Luthfi Suhaz
Dua Saksi Kader IMM Resmi Diperiksa: Tim Advokasi Desak Penyidik Kembangkan Bukti CCTV DPRD Riau dan Tuntut Langkah Progresif
Kilasriau.com – Perjuangan dalam mengungkap tabir kebenaran atas tragedi kekerasan dan kebrutalan aparat terhadap massa aksi damai mahasiswa terus bergulir ke ranah hukum yang semakin benderang.
Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Riau bersama Pusat Bantuan Hukum (PBH) IMM Riau mengonfirmasi bahwa hari ini sekira pukul 10:00 hingga 13:00 WIB telah dilaksanakan agenda pemeriksaan lanjutan yang sangat krusial terhadap saksi-saksi kunci dari pihak pelapor di Mapolda Riau.
Dua orang kader IMM Riau, yakni Dheo dan Rehan, hadir memenuhi panggilan penyidik dengan didampingi secara melekat oleh tim kuasa hukum dari PBH IMM Riau untuk memberikan keterangan di hadapan hukum demi mengunci fakta-fakta materiil yang terjadi di lapangan.
- Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kilogram Sabu Asal Tailan di Lhokseumawe
- Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Resmi Berkolaborasi, PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Siapkan Pendampingan Hukum Pro Bono
- Bea Cukai Lhokseumawe dan Kanwil Aceh Musnahkan 22,2 Juta Batang Rokok Ilegal
- Pemkab Inhil Apresiasi Langkah Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,6 Miliar
Di dalam ruang pemeriksaan Ditreskrimum Polda Riau, Dheo dan Rehan secara gamblang, berani, dan konsisten membeberkan seluruh dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap rekan mereka, Muhammad Luthfi Suhaz.
Kedua saksi menyampaikan kesaksian lisan berupa kronologi kejadian secara utuh dan detail, mulai dari berjalannya mimbar orasi yang damai hingga terjadinya penetrasi represif sepihak yang berujung pada pemukulan brutal hingga korban terkapar di aspal. Fakta-fakta yang disampaikan oleh kedua kader ini menjadi pilar pembuktian yang sangat kuat, sekaligus mematahkan segala upaya penyelewengan narasi yang mencoba mengaburkan fakta kebrutalan oknum aparat di Gedung DPRD Provinsi Riau.
Langkah maju yang signifikan berhasil dicapai dalam momentum pemeriksaan ini, di mana tim penyidik Ditreskrimum Polda Riau secara resmi menyatakan komitmennya untuk segera menyita seluruh rekaman CCTV yang terpasang di kompleks Gedung DPRD Provinsi Riau.
Merespons komitmen dari institusi kepolisian tersebut, Direktur PBH IMM Riau, mendesak pihak penyidik untuk bergerak cepat tanpa menunda waktu guna melakukan pengembangan penyelidikan secara mendalam berbasiskan rekaman digital tersebut.
PBH IMM Riau menegaskan bahwa bukti CCTV tersebut merupakan alat bukti objektif yang sangat vital untuk mengidentifikasi secara terang benderang keberadaan 'Pria Berbaju Hitam' serta oknum pelaku lainnya, sehingga seluruh pihak yang terlibat baik secara fisik maupun struktural komando dapat segera diseret untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Melihat perkembangan penanganan perkara ini, DPD IMM Riau secara kelembagaan mengeluarkan pernyataan keras dan mendesak jajaran kepolisian untuk keluar dari pola penanganan perkara yang normatif atau lamban.
DPD IMM Riau menuntut Polda Riau agar melakukan langkah-langkah penegakan hukum yang jauh lebih progresif, berani, dan transparan dalam membongkar keterlibatan oknum anggotanya sendiri.
DPD IMM Riau menegaskan bahwa kredibilitas penegakan hukum di Provinsi Riau hari ini sedang dipertaruhkan di meja penyidik, sehingga pendekatan konvensional yang terkesan mengulur waktu tidak akan lagi ditoleransi oleh masyarakat sipil.
Lebih lanjut, DPD IMM Riau menegaskan bahwa batas kesabaran gerakan mahasiswa memiliki garis akhir, dan target utama dari seluruh proses ini adalah penangkapan aktor lapangan.
Mahasiswa mendesak agar tim khusus yang dibentuk oleh Polda Riau segera menemukan, menangkap, dan mempublikasikan identitas pelaku utama penganiayaan yang bersembunyi di balik atribut preman tersebut.
IMM Riau mengingatkan bahwa jika dalam beberapa hari ke depan proses hukum ini tidak menunjukkan progresifitas yang nyata dengan ditetapkannya tersangka, maka aliansi mahasiswa dari berbagai elemen siap mengonsolidasikan kembali gelombang massa yang jauh lebih besar untuk menjemput langsung keadilan di jalanan kota Pekanbaru.

Tulis Komentar