Tari Merantang Tuai Decak Kagum di Pembukaan MTQ ke-XLIV Riau, Penonton dari Berbagai Daerah Beri Apresiasi Tinggi

foto: Tari Merantang pada Pembukaan MTQ ke XLIV Tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026)/ist. (doc. KulasRiau.com)

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Penampilan Tari Merantang pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-XLIV Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026) malam, sukses mencuri perhatian ribuan penonton yang memadati arena utama kegiatan.

Pertunjukan yang mengangkat kearifan lokal masyarakat Melayu Kuantan Singingi tersebut menjadi salah satu penampilan paling memukau sepanjang seremoni pembukaan. Tata panggung yang megah, perpaduan musik tradisional dan modern, kostum bernuansa Melayu yang anggun, serta gerakan para penari yang kompak menghadirkan suasana yang sarat akan nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Kuansing.

Sejak awal hingga akhir pertunjukan, tepuk tangan penonton berkali-kali menggema. Tidak sedikit tamu undangan maupun masyarakat yang mengabadikan setiap adegan menggunakan telepon genggam mereka.

Tari Merantang menggambarkan tradisi masyarakat Kuantan Singingi dalam menyambut tamu melalui budaya merantang julang manjolang, sebuah kebiasaan saling berbagi hidangan yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui gerakan para penari, penonton diajak menyaksikan kesibukan kaum perempuan menyiapkan masakan, menyusun rantang, membawa dulang, hingga menyuguhkan jamuan sebagai simbol penghormatan kepada tamu.

Nilai gotong royong, kebersamaan, keramahan, serta penghormatan terhadap adat dan adab Melayu tersampaikan dengan sangat kuat melalui setiap rangkaian gerakan yang dipentaskan.

Penampilan tersebut merupakan produksi IKKS Provinsi Riau yang dibawakan oleh Marwah Dance Company FKIP Universitas Riau. Garapan koreografer Dr. Nurlita Martison, M.Pd. dan Epi Martison, S.Sn., dengan komposisi musik Sutra Harmiko, berhasil mengemas tradisi lokal menjadi pertunjukan artistik yang memikat tanpa menghilangkan nilai-nilai aslinya.

Tidak hanya masyarakat Kuantan Singingi yang merasa bangga, sejumlah penonton dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pertunjukan tersebut.

Salah seorang penonton asal Kabupaten Siak, Rahmad Hidayat, mengaku baru pertama kali mengetahui makna budaya merantang. Menurutnya, pertunjukan tersebut bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai kekayaan budaya Kuantan Singingi.

"Luar biasa. Saya baru tahu ternyata Kuansing memiliki tradisi yang begitu indah. Tarian ini bukan sekadar hiburan, tetapi menceritakan nilai kebersamaan dan penghormatan kepada tamu. Sangat layak diperkenalkan lebih luas," ujarnya.

Hal senada disampaikan Siti Nuraini, penonton asal Kota Pekanbaru. Ia menilai Tari Merantang menjadi salah satu penampilan terbaik pada pembukaan MTQ tahun ini.

"Gerakannya kompak, musiknya menyentuh, dan ceritanya mudah dipahami. Saya merinding melihat bagaimana budaya lokal bisa dikemas begitu megah. Ini menjadi kebanggaan masyarakat Riau," katanya.

Sementara itu, Yusri, warga Kabupaten Indragiri Hulu yang hadir bersama rombongan kafilah, mengatakan Tari Merantang memiliki pesan moral yang sangat kuat.

"Budaya seperti ini harus terus dilestarikan. Anak-anak muda harus tahu bahwa masyarakat Melayu memiliki tradisi yang mengajarkan saling berbagi, menghormati tamu, dan hidup bergotong royong," tuturnya.

Apresiasi juga datang dari Fitri Handayani, pengunjung asal Kabupaten Bengkalis. Menurutnya, pembukaan MTQ di Kuantan Singingi berhasil memadukan nuansa religius dengan kekayaan budaya daerah.

"Biasanya pembukaan MTQ identik dengan seremoni, tetapi malam ini berbeda. Tari Merantang membuat pembukaan terasa hidup dan memiliki identitas yang kuat. Saya sangat terkesan," ungkapnya.

Bagi masyarakat Kuantan Singingi, Tari Merantang bukan sekadar pertunjukan seni. Tarian tersebut merupakan representasi kehidupan masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, gotong royong, serta penghormatan kepada sesama.

Melalui panggung pembukaan MTQ ke-XLIV Tingkat Provinsi Riau, Tari Merantang berhasil memperkenalkan identitas budaya Kuantan Singingi kepada ribuan tamu dari seluruh penjuru Riau. Pertunjukan itu sekaligus menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan mampu tampil megah dalam sebuah perhelatan berskala provinsi.

Gemuruh tepuk tangan yang mengakhiri penampilan menjadi tanda bahwa Tari Merantang tidak hanya sukses menghibur, tetapi juga berhasil menyentuh hati para penonton. Rantang-rantang yang dibawa para penari pada malam itu bukan sekadar properti pertunjukan, melainkan simbol kebersamaan, keramahan, dan kearifan masyarakat Melayu Kuantan Singingi yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.*(ald)






Tulis Komentar