Tak Ingin Sekadar Meramaikan, Kafilah Siak Bidik Kebangkitan di MTQ XLIV Riau 2026
TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Kafilah Kabupaten Siak datang dengan semangat baru pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XLIV Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Kuantan Singingi. Berbekal evaluasi menyeluruh atas capaian tahun sebelumnya, Siak menegaskan kehadirannya bukan sekadar menjadi peserta atau "penonton", melainkan siap bersaing untuk kembali merebut posisi terbaik di ajang bergengsi tersebut, pada Sabtu (27/6/2026).
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Hasil MTQ Provinsi Riau Tahun 2025 di Kabupaten Bengkalis menjadi pelajaran berharga bagi Kafilah Siak. Saat itu, Siak harus puas menempati peringkat ketujuh dari 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Capaian tersebut dinilai mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan MTQ Tahun 2024 di Kota Dumai, di mana Kafilah Siak berhasil menempati posisi ketiga.
Penurunan prestasi tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kabupaten Siak bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). Berbagai langkah pembenahan dilakukan mulai dari peningkatan sistem pembinaan, pemantapan kesiapan peserta, hingga penyusunan strategi yang lebih matang dalam menghadapi setiap cabang perlombaan.
Pada MTQ Tahun 2026 ini, Kafilah Siak hadir dengan kekuatan penuh. Seluruh peserta telah menjalani proses pembinaan yang intensif agar mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah.
Semangat kebangkitan itu juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Siak, Afni Z. Dengan latar belakang sebagai seorang santri, Bupati Afni disebut memiliki perhatian besar terhadap pengembangan syiar Al-Qur'an dan peningkatan kualitas peserta MTQ. Hasil yang diperoleh pada tahun sebelumnya justru menjadi motivasi untuk membangun kembali kejayaan Siak di ajang MTQ tingkat Provinsi Riau.
Di bawah kepemimpinan Bupati Afni, Pemerintah Kabupaten Siak turut melakukan penguatan kelembagaan LPTQ. Organisasi tersebut ditata agar semakin efektif sebagai ujung tombak dalam membina qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, hingga peserta dari seluruh cabang perlombaan yang dipertandingkan.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga mampu bersaing pada ajang nasional.
Kehadiran Kafilah Siak di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, juga menarik perhatian masyarakat. Rombongan datang dengan membawa ikon Kapal Harimau Buas, simbol keberanian, kekuatan, dan semangat juang yang menjadi identitas kontingen Siak pada MTQ tahun ini.
Simbol tersebut bukan sekadar ornamen, melainkan menjadi representasi tekad seluruh kontingen untuk tampil maksimal. Melalui kehadiran Kapal Harimau Buas, Pemerintah Kabupaten Siak ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa mereka datang ke Kuantan Singingi bukan hanya untuk meramaikan perhelatan MTQ, tetapi membawa target yang jelas, yakni memperbaiki prestasi dan kembali mengangkat nama Kabupaten Siak di jajaran terbaik Provinsi Riau.
Seluruh peserta, pelatih, ofisial, dan pendamping diharapkan mampu menjaga semangat sportivitas serta menjadikan MTQ sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah antar kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Dengan persiapan yang lebih matang, pembinaan yang berkelanjutan, dukungan penuh pemerintah daerah, serta semangat pantang menyerah dari seluruh kontingen, Kafilah Siak optimistis mampu bangkit dari hasil tahun sebelumnya.
Kini, harapan masyarakat Siak tertuju kepada para putra-putri terbaik daerah yang tengah berlaga di MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi. Mereka diharapkan mampu mempersembahkan prestasi terbaik sekaligus mengembalikan kejayaan Kabupaten Siak sebagai salah satu kekuatan besar dalam syiar Al-Qur'an di Bumi Lancang Kuning.*(ald)

Tulis Komentar