Video MTQ Bertuliskan Alun-Alun Dt. Panglimo Dalam Tuai Kritik, Datuak Sinaro Nan Putiah Pertanyakan Maksudnya

foto: Husnan Arif (Datuak Sinaro Nan Putiah)/ist. (doc. kilasriau.com)

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Video yang menampilkan suasana persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dan beredar luas di berbagai grup WhatsApp menuai tanggapan dari tokoh adat Kenegerian Taluk. Jumat (26/6/2026).

Video yang diunggah Syaifullah Afrianto (Yan Tembak) tersebut menampilkan kawasan Alun-Alun Datuk Panglimo Dalam yang telah dipercantik menjelang pelaksanaan MTQ. Di dalam video itu tertulis kalimat:

"Pelaksanaan MTQ Ke 44 Provinsi Riau Di Alun Alun Dt. Panglimo dalam Kab. Kuantan Singingi RIAU."

Tulisan tersebut mendapat sorotan dari Husnan Arif, Datuak Sinaro Nan Putiah (Tuak Putiah). Ia mengaku mempertanyakan maksud dari penggunaan kalimat yang dicantumkan dalam video tersebut.

Menurutnya, penggunaan nama Alun-Alun Datuk Panglimo Dalam, dalam narasi itu perlu dipertimbangkan kembali karena berkaitan dengan nilai sejarah dan adat yang hidup di Kenegerian Taluk.

"Yang saya pertanyakan, apa maksud dari tulisan itu?" ujar Datuak Sinaro Nan Putiah.

Ia menilai, apabila tujuan video tersebut adalah memperkenalkan lokasi pelaksanaan MTQ kepada masyarakat luas, maka akan lebih bijaksana apabila menggunakan penyebutan yang lebih umum.

Datuak Sinaro Nan Putiah menyarankan agar frasa "Alun-Alun Dt. Panglimo Dalam" diganti menjadi "Alun-Alun Tepian Narosa".

"Alangkah lebih baik kata 'Alun-Alun Dt. Panglimo Dalam' diubah menjadi 'Alun-Alun Tepian Narosa' agar tidak menyinggung datuk-datuk yang ada di Kenegerian Taluk," katanya.

Menurutnya, penggunaan istilah tersebut dinilai lebih tepat untuk kepentingan publikasi kegiatan MTQ sekaligus menghindari munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat adat.

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan untuk mempermasalahkan penyelenggaraan MTQ, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian sejarah, marwah, dan identitas adat Negeri Taluk.

Video tersebut hingga kini masih beredar di berbagai grup WhatsApp dan menjadi bahan diskusi di tengah masyarakat. Selain menampilkan wajah baru kawasan yang menjadi pusat kegiatan MTQ, isi tulisan dalam video juga memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pembuat video, Syaifullah Afrianto (Yan Tembak), belum memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan oleh Husnan Arif, Datuak Sinaro Nan Putiah. Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.*(ald)






Tulis Komentar