Kicauan Presiden AS Bikin Harga Emas Turun
KILASRIAU.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange mengalami penurutnan pada perdagangan Senin (25/2/2019) waktu setempat (Selasa pagi WIB). Harga logam mulia ini tertekan penguatan pasar saham yang ditopang kemajuan terbaru dari perundingan perdagangan Amerika Serikat-.China.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, turun 3,30 dollar AS atau 0,25 persen, ditutup pada 1.329,50 dollar AS per ounce.
Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street bergerak di zona hijau seiring laporan perundingan AS-China yang mengalami kemajuan substansial selama putaran terakhir pembicaraan perdagangan tingkat tinggi di Washington yang berakhir pada Minggu (24/2/2019). Hal ini terutama setelah Presiden AS Donald Trum berkicau bahwa pihaknya akan menunda kenaikan tarif bea masuk barang-barang China.
- Sudah 12 Jam Lebih Sumut Blackout, Bukti GM PLN UID Sumut Tidak Bisa Bekerja
- Blackout Berulang Sejak 2024 Bentuk Kejahatan Kemanusiaan, Pecat dan Tangkap Dirut PLN Darmawan Prasodjo!
- Kemnaker—Unpad Bangun Sinergi Pengembangan SDM dan Ketenagakerjaan
- PMT Layani Pelayaran Langsung Perdana CMA CGM dari Kuala Tanjung ke China Selatan
- Harga Pinang Muda Tembus Rp10 Ribu per Kilo, Harapan Baru Petani Inhil Mulai Bangkit
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 60,14 poin atau 0,23 persen, menjadi berakhir di 26.091,95 poin. Indeks S&P 500 bertambah 3,44 poin atau 0,12 persen, menjadi berakhir di 2.796,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 26,92 poin atau 0,36 persen, menjadi ditutup di 7.554,46 poin.
Kenaikan di pasar saham biasanya membuat logam mulia turun, karena investor tidak perlu mencari aset-aset "safe haven" untuk menyimpan investasi mereka.
Namun demikian, penurunan emas dibatasi oleh pelemahan dollar AS, karena indeks dollar AS berada di zona merah hampir sepanjang hari.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 8,4 sen AS atau 0,53 persen, menjadi ditutup pada 15,83 dollar AS per ounce.

Tulis Komentar