9 Tahun Melawan Kanker, Bayu Prayoga Kini Terbaring Lemah, Harapan Kesembuhan Menanti Uluran Tangan Dermawan
KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Di usia yang seharusnya menjadi masa produktif untuk mengejar cita-cita dan menata masa depan, Bayu Prayoga (23), seorang pemuda asal Desa Sawah, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, justru harus menjalani hari-harinya di atas ranjang perawatan akibat penyakit kanker yang telah dideritanya selama hampir sembilan tahun. Kamis (4/6/2026).

Bayu didiagnosis menderita Kanker Nasofaring dan Tumor Mandibula yang menyerang bagian rahang dan pipinya. Penyakit tersebut pertama kali diketahui sekitar tahun 2016. Saat itu, keluarga berupaya mencari pengobatan terbaik hingga ke Jakarta. Berbagai tahapan pengobatan dan kemoterapi dijalani dengan penuh harapan agar Bayu dapat kembali hidup normal.
Perjuangan panjang itu sempat membuahkan hasil. Setelah menjalani serangkaian pengobatan, Bayu dinyatakan sembuh. Namun kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama.
Pada tahun 2018, Bayu kembali merasakan keluhan yang bermula dari sakit gigi. Setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, dokter kembali mendiagnosis adanya tumor pada bagian mandibula atau rahang. Sejak saat itu, Bayu kembali menjalani pengobatan secara intensif di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari RSUD Teluk Kuantan hingga rumah sakit rujukan di Pekanbaru.
Seiring berjalannya waktu, kondisi Bayu semakin memprihatinkan. Penglihatannya mulai kabur, fungsi ginjalnya mulai terganggu, dan ia mengalami kesulitan untuk makan. Untuk menjaga daya tahan tubuhnya, Bayu membutuhkan asupan susu khusus dengan kebutuhan sekitar 2.500 cc setiap hari. Sementara biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut mencapai ratusan ribu rupiah per kotak, belum termasuk kebutuhan pengobatan lainnya.
Di tengah beratnya perjuangan melawan penyakit, keluarga Bayu juga harus menghadapi keterbatasan ekonomi. Ayah Bayu, Restu Prawoto (57), bekerja serabutan dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan. Penghasilan tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus membiayai pengobatan yang membutuhkan biaya besar dan berkelanjutan.

Ibunda Bayu, Reni Novita (46), mengaku hanya bisa berharap kepada Tuhan dan mengetuk hati para dermawan agar dapat membantu meringankan beban pengobatan anaknya.
"Kami hanya ingin Bayu sembuh. Selama ini kami sudah berusaha semampu kami. Kami berharap ada bantuan dan kepedulian dari masyarakat, pemerintah maupun pihak-pihak yang tergerak untuk membantu pengobatan anak kami," ujarnya dengan haru.
Saat dikonfirmasi media ini, Penjabat Kepala Desa Sawah, Yasdirlan, S.Pd., M.Si, membenarkan bahwa Bayu Prayoga merupakan warga Desa Sawah yang saat ini tengah berjuang melawan penyakit berat tersebut.
"Benar, itu memang warga saya yang berdomisili di RT 002 RW 001 Dusun Keramat, Desa Sawah. Kondisi yang dialami Bayu saat ini memang memerlukan perhatian dan kepedulian bersama. Kami dari pemerintah desa turut prihatin atas kondisi yang dialaminya dan berharap ada bantuan dari berbagai pihak untuk meringankan beban keluarga," ujar Yasdirlan.
Menurutnya, perjuangan yang dijalani Bayu selama bertahun-tahun merupakan ujian berat yang membutuhkan dukungan dari berbagai kalangan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap sesama.
Senada dengan itu, Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, juga menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kondisi yang dialami Bayu Prayoga.
"Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami saudara Bayu. Semoga yang bersangkutan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalani pengobatan. Kepada masyarakat yang memiliki rezeki lebih, mari bersama-sama membantu sesuai kemampuan masing-masing. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian berat ini," kata Eka Putra.
Ia menilai bahwa kepedulian sosial merupakan salah satu kekuatan terbesar masyarakat Kuantan Singingi yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong.
Kisah Bayu bukan sekadar cerita tentang perjuangan melawan kanker. Ini adalah kisah tentang keteguhan seorang anak muda menghadapi penyakit yang menggerogoti tubuhnya, tentang pengorbanan orang tua yang tak pernah menyerah demi kesembuhan anaknya, dan tentang harapan yang terus hidup di tengah segala keterbatasan.
Di tengah rasa sakit yang harus ditanggung setiap hari, Bayu masih menyimpan harapan untuk sembuh dan kembali menjalani kehidupan seperti pemuda seusianya. Namun harapan itu membutuhkan dukungan banyak pihak.
Kini, keluarga Bayu hanya berharap ada tangan-tangan baik yang tergerak untuk membantu. Sebab bagi mereka, bantuan sekecil apa pun bukan hanya soal nilai materi, melainkan juga tentang harapan yang membuat perjuangan panjang ini tetap memiliki cahaya di ujung jalan.

"Kadang, apa yang terasa kecil bagi kita, bisa menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang berjuang mempertahankan hidup."*(ald)
No Rek. BRI Bayu Prayoga.
066801017227532

Tulis Komentar