Membangun Negeri dengan Pena, Ronaldo Rozalino Tembus Literasi Internasional
KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) — Bagi sebagian orang, bulan Ramadan identik dengan memperbanyak ibadah dan menahan diri. Namun bagi Ronaldo Rozalino, Ramadan justru menjadi ruang terbaik untuk melahirkan karya, menebar inspirasi, dan mengukir jejak intelektual yang menembus batas negeri. Jumat (15/5/2026).
Di tengah kekhusyukan bulan suci, sosok pendidik sekaligus pegiat literasi ini kembali mengharumkan nama Kabupaten Kuantan Singingi di panggung internasional. Ia dipercaya menjadi salah satu penulis dalam Antologi Puisi PERRUAS se-ASEAN bertajuk Dalam Cahaya Ramadan.
Karya kolaboratif tersebut menghadirkan 183 penulis dari berbagai negara di kawasan ASEAN—sebuah pertemuan gagasan, spiritualitas, dan sastra yang menyatukan suara-suara terbaik Asia Tenggara dalam satu mahakarya literasi.
Menulis untuk Meraih Ridho Ilahi
Bagi Ronaldo, menulis bukan sekadar aktivitas intelektual. Menulis adalah jalan pengabdian, medium dakwah, sekaligus ikhtiar menjemput keberkahan.
Melalui puisinya berjudul Di Penghujung Ramadan, ia mengajak pembaca merenungi hakikat Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan kembali pada fitrah.
“Ramadan bukan sekadar tamu, ia adalah cermin bagi diri yang mulai berbenah… membawa kita pada fitrah yang benar-benar baru.”
Bait demi bait yang ditulisnya bukan hanya menyentuh sisi spiritual, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang perjalanan manusia menuju kesempurnaan iman.
Tak hanya produktif secara pribadi, Ronaldo juga dikenal sebagai penggerak budaya baca dan tulis di daerah.
Sebagai Ketua Forum Literasi Kuansing, ia aktif membina guru, siswa, hingga masyarakat umum agar menjadikan membaca dan menulis sebagai bagian dari gaya hidup intelektual.
Baginya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca huruf, melainkan fondasi membangun peradaban, memperluas wawasan, dan memperkuat karakter bangsa.
Dedikasinya semakin lengkap melalui perannya sebagai Duta Literasi Rupiah bersama Bank Indonesia, sekaligus guru penulis yang konsisten menyebarkan semangat edukasi di berbagai ruang.
Sosok Multitalenta, Inspirasi Generasi
Ronaldo Rozalino bukan hanya seorang guru. Ia adalah sosok multitalenta yang memadukan dunia pendidikan, seni, teknologi, dan kreativitas dalam satu perjalanan pengabdian.
Selain menjabat sebagai guru di SMAN 1 Sentajo Raya, ia juga dikenal sebagai content creator edukasi, motivator literasi, composer, arranger, hingga coach yang terus menginspirasi generasi muda.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, Ronaldo membuktikan bahwa pena tetap memiliki kekuatan—bukan hanya untuk menulis kata, tetapi juga membangun negeri.
Salam Literasi. Menulis untuk Menginspirasi, Berkarya untuk Peradaban.*(ald)

Tulis Komentar