PETI Kepung Masjid Raya Kenegerian Baturijal, 40 Rakit Dompeng Diduga Milik AM BL

foto: istimewa (doc. Kilasriau.com)

BATURIJAL (KilasRiau.com) — Marwah adat, kesucian rumah ibadah, hingga kelestarian sungai seakan tak lagi bernilai di Kenegerian Baturijal. Senin pagi (11/5/2026), sedikitnya sekitar 40 unit rakit dompeng terlihat mulai beroperasi secara terang-terangan di aliran sungai tepat di kiri dan kanan Masjid Raya Kenegerian Baturijal.

Pemandangan itu sontak memantik kemarahan dan keresahan masyarakat. Bagaimana tidak, rumah ibadah yang selama ini menjadi simbol persatuan masyarakat adat kini justru seperti “dikepung” aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Di sisi kiri masjid, rakit-rakit dompeng terlihat beroperasi dari wilayah Desa Baturijal Hilir, sementara di sisi kanan berasal dari wilayah Desa Baturijal Hulu. Deru mesin, kepulan asap, dan lalu lalang rakit menjadi pemandangan yang begitu kontras dengan kesakralan tempat ibadah tersebut.

Lebih mengkhawatirkan lagi, warga menyebut kondisi dasar sungai di sekitar kawasan masjid sudah dipenuhi lubang-lubang besar, diduga akibat aktivitas penyedotan material secara terus-menerus.

“Kiri kanan dompeng, tengah-tengah Masjid Raya. Di bawah masjid diduga banyak ome (Emas). Mau dibawa ke mana lagi negeri ini?” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan, puluhan rakit PETI yang beroperasi tersebut diduga milik seseorang berinisial "AM BL" bersama sejumlah rekannya.

Jika informasi ini benar, maka muncul pertanyaan besar: siapa yang memberi ruang? siapa yang membiarkan? dan di mana aparat saat puluhan rakit bekerja terang-terangan di depan mata publik?

Bukan satu dua unit, melainkan puluhan rakit yang bekerja serentak. Aktivitas sebesar ini nyaris mustahil tak diketahui pihak-pihak terkait.

Masyarakat kini mendesak Aparat Penegak Hukum, pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, hingga unsur Forkopimda untuk segera turun tangan sebelum kerusakan semakin meluas dan marwah Kenegerian Baturijal benar-benar terkubur oleh kerakusan pemilik tambang ilegal.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut-sebut sebagai pemilik rakit maupun dari aparat berwenang terkait aktivitas PETI yang mengepung Masjid Raya Kenegerian Baturijal tersebut.*(Team)






Tulis Komentar