Semangat Kebersamaan Tak Pernah Padam, Warga Gelar Gotong Royong Pemasangan Tower Mic di Masjid Raudatul Jannah
KOTO SENTAJO (KilasRiau.com) – Nilai kebersamaan dan semangat gotong royong kembali hidup di tengah masyarakat Desa Koto Sentajo. Di bawah langit cerah dan hembusan angin yang menemani sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan berkumpul di halaman Masjid Raudatul Jannah untuk melaksanakan gotong royong pemasangan tower mic masjid, sebuah fasilitas penting yang nantinya akan menunjang syiar Islam dan aktivitas ibadah masyarakat. Ahad (3/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan itu bukan sekadar pekerjaan teknis mendirikan tower pengeras suara. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa budaya saling membantu yang diwariskan para leluhur masih tumbuh subur di tengah masyarakat Koto Sentajo.
Sejak pagi, satu per satu warga mulai berdatangan. Ada yang membawa peralatan kerja, ada yang membantu menyiapkan material, ada pula yang dengan sigap ikut mengangkat besi-besi tower yang akan dipasang. Tak ada sekat, tak ada perbedaan. Tua, muda, tokoh masyarakat, pemuda, hingga para pengurus masjid larut dalam satu tujuan—membangun fasilitas rumah ibadah demi kemaslahatan bersama.
Suasana penuh keakraban begitu terasa. Di sela pekerjaan berat, canda dan tawa sesekali pecah, menghangatkan suasana. Keringat yang menetes seakan menjadi saksi bahwa kebersamaan bukan sekadar kata, melainkan budaya yang masih dijaga dengan penuh kesadaran.
Penjabat Kepala Desa Koto Sentajo, H. Bahmada, A.Md, yang turut hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kekompakan dan kepedulian terhadap pembangunan sarana ibadah di desa.
Menurutnya, semangat seperti inilah yang harus terus dijaga, karena pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada program pemerintah, tetapi juga lahir dari rasa memiliki dan kebersamaan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali melihat bagaimana masyarakat Koto Sentajo masih sangat menjunjung tinggi nilai gotong royong. Pemasangan tower mic ini bukan hanya tentang fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama memakmurkan masjid dan menjaga syiar Islam di desa kita,” ujar H. Bahmada.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan tower mic tersebut nantinya akan sangat membantu aktivitas keagamaan di Masjid Raudatul Jannah, mulai dari kumandang azan, penyampaian ceramah, pengajian, hingga berbagai kegiatan keislaman lainnya agar dapat terdengar lebih luas oleh masyarakat.
Lebih jauh, H. Bahmada berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan itu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai sosial, adat, dan religius yang selama ini menjadi identitas masyarakat Koto Sentajo.
Di bawah terik matahari, besi demi besi mulai tersusun. Dengan penuh kehati-hatian, warga saling membantu memastikan setiap sambungan kokoh dan aman. Doa-doa lirih pun mengiringi setiap proses, berharap apa yang dibangun hari itu menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat.
Hingga akhirnya, tower mic berdiri tegak menjulang di area masjid—kokoh, gagah, dan penuh makna. Tepuk tangan dan senyum syukur pun mengiringi keberhasilan tersebut.

Di Desa Koto Sentajo, gotong royong bukan sekadar tradisi. Ia adalah napas kehidupan, bahasa kebersamaan, dan bukti bahwa ketika masyarakat bersatu, hal besar dapat diwujudkan dengan hati yang tulus.*(ald)

Tulis Komentar