Dari Lokasi Pembangunan ke Tawa Anak: Kisah Zul Achyar (D’rock) di Balik Proyek Cibria Townhouse

foto: D'rock bersama Ishaq Sidiq Mustaqim/koleksi pribadi. (doc. kilasriau.com)

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Di tengah aktivitas pembangunan yang terus bergerak di kawasan perumahan Cibria Townhouse, seorang pria tampak tetap sibuk memantau setiap perkembangan di lapangan. Ia menyapa para pekerja, berbincang santai, sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan sebagaimana mestinya.

Dialah Zul Achyar, yang lebih dikenal dengan sapaan D’rock, sosok marketing yang sehari-hari aktif mengawal perkembangan pembangunan di kawasan tersebut.

Bagi D’rock, pekerjaan sebagai marketing bukan hanya tentang menawarkan hunian kepada calon pembeli. Lebih dari itu, ia juga merasa memiliki tanggung jawab untuk melihat langsung bagaimana rumah-rumah itu dibangun—mulai dari tahap awal hingga menjadi tempat tinggal yang layak bagi keluarga yang kelak akan menempatinya.

Karena itu, ia hampir setiap hari menyempatkan diri datang ke lokasi pembangunan. Di tengah hamparan tanah yang masih dipenuhi material bangunan, tumpukan bata, dan alat kerja sederhana, D’rock terlihat akrab dengan para pekerja.

Ia tidak sekadar memantau dari jauh. Justru ia sering berdiri bersama para tukang, bertanya tentang progres pekerjaan, serta menjalin silaturahmi yang hangat dengan mereka.

Suasana seperti itu membuat lokasi pembangunan terasa lebih hidup. Di sela-sela pekerjaan yang melelahkan, percakapan ringan dan canda kecil kerap terdengar di antara mereka.

Bagi D’rock, hubungan baik dengan para pekerja menjadi bagian penting dari proses pembangunan itu sendiri.

“Kalau kita sering turun ke lapangan, kita tahu bagaimana prosesnya. Sekaligus bisa menjaga hubungan baik dengan kawan-kawan pekerja,” ujarnya.

Di tengah kesibukan memantau pembangunan rumah contoh di kawasan Cibria Townhouse, D’rock juga memiliki satu hal yang selalu mampu menghilangkan rasa lelahnya.

Hal itu bukan target penjualan atau pencapaian pekerjaan, melainkan kehadiran putra kecil yang menjadi kebanggaan dan kebahagiaan dalam hidupnya.

Anak lelaki itu bernama Ishaq Sidiq Mustaqim.

Setiap kali memiliki waktu senggang, D’rock sering menghabiskan waktu bersama sang anak. Momen sederhana seperti duduk santai, berbincang ringan, atau sekadar menemani sang anak melihat aktivitas sekitar menjadi ruang bagi dirinya untuk melepas penat.

Di saat-saat itulah tawa lepasnya sering terdengar.

Bagi seorang ayah, kebahagiaan terkadang hadir dari hal-hal kecil yang tidak bisa digantikan oleh apa pun.

Bagi D’rock, kebersamaan dengan Ishaq menjadi energi baru yang membuatnya kembali bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Di satu sisi ia terus fokus bekerja, memantau pembangunan, serta menjaga komunikasi dengan para pekerja. Namun di sisi lain, ia tetap menemukan ruang untuk menikmati kebahagiaan sederhana bersama keluarga.

Sebuah keseimbangan yang membuat hari-harinya terasa lebih bermakna.

Di tengah proses pembangunan yang terus berjalan di Cibria Townhouse, Zul Achyar alias D’rock tetap melangkah dengan cara yang sama: bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga silaturahmi dengan para pekerja, dan pulang dengan hati yang lebih ringan ketika bisa tertawa bersama putra kesayangannya.*(ald)






LAINNYA

Tulis Komentar