Nyawa Ribuan Siswa Jadi Taruhan? Dapur MBG Tualang Nekat Beroperasi di Bawah Bekas Sarang Walet
Siak, Kilasriau.com – Standar keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tualang tengah menjadi perhatian serius. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Faza 2, yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al Ikhlas Siak, diketahui beroperasi di ruko yang lantai atasnya merupakan bekas sarang burung walet.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait potensi kontaminasi biologis, mengingat ketatnya Petunjuk Teknis (Juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang melarang dapur publik berdekatan dengan sumber pencemaran.
Pihak mitra SPPG Al Faza 2, Lila, menegaskan bahwa lokasi tersebut telah memenuhi syarat sebelum beroperasi. Menurutnya, ruangan telah melalui proses sterilisasi dan telah ditinjau oleh pihak terkait.
"Kalau walet itu kemarin sudah dikonfirmasi dan disurvei oleh Ibu Lisa selaku Korwil BGN. Ruangan sudah disterilisasikan dan IPAL sudah ada," ujar Lila melalui pesan singkat saat dikonfirmasi awak media. Klaim ini menjadi dasar bagi mitra bahwa dapur yang menyuplai makanan untuk ribuan siswa tersebut layak beroperasi.
Namun, fakta berbeda terungkap dari otoritas kesehatan setempat. Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Perawang, Ibnu Zikri, mengakui pihaknya telah menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) meski mengetahui status bangunan tersebut sebagai bekas sarang walet.
Ibnu mengakui bahwa penerbitan sertifikat tersebut didasarkan pada laporan lisan mitra yang menyatakan ruangan sudah ditutup penuh, namun pihaknya belum melakukan uji laboratorium khusus di lantai dua ruko tersebut.
"Pihak mitra mengatakan sudah ditutup full. Terkait uji lab di lantai atas memang belum dilakukan, nanti kami inspeksi lagi," ujar Ibnu pada, Rabu (6/5/2026).
Terkait keberadaan sarang walet aktif di ruko sebelah, Ibnu mengaku belum mengetahui detail hal tersebut dan berjanji akan melakukan pengecekan ulang.
Persoalan ini menjadi kontradiktif jika merujuk pada pernyataan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang. Dalam berbagai inspeksi nasional, Nanik secara tegas menginstruksikan bahwa dapur SPPG yang menyatu atau berdekatan dengan sarang walet wajib direlokasi demi menjamin keamanan pangan dari risiko bakteri Salmonella dan jamur Histoplasma.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya pengawasan yang lebih ketat dan transparan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siak serta BGN Provinsi Riau untuk memastikan jatah makanan bagi ribuan siswa di Tualang benar-benar bebas dari risiko pencemaran lingkungan.

Tulis Komentar