Di Antara Abu dan Doa, PKK Menyemai Harapan Santunan dan Ikhtiar Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Pintu Gobang Kari
KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com)— Tidak semua musibah datang dengan suara. Sebagian hadir dalam sunyi, menyisakan abu, puing, dan air mata yang tertahan. Api yang melalap sebuah rumah warga di Desa Pintu Gobang Kari bukan hanya menghabiskan bangunan, tetapi juga mengguncang ketenangan batin penghuninya. Namun, di balik duka yang mendalam, selalu ada jalan bagi cahaya untuk menemukan celahnya.
.jpg)
Kamis (12/1/2026), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kuantan Singingi hadir menapaki puing-puing harapan itu. Dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Kuantan Singingi, Hj. Yulia Herma, S.Pd, rombongan datang bukan sekadar membawa agenda kelembagaan, tetapi membawa empati yang tulus dan kehadiran yang menenangkan. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, bersama TP-PKK Kecamatan Kuantan Tengah, serta Pj Kepala Desa Pintu Gobang dan perangkat.
Langkah-langkah mereka menyusuri sisa bangunan yang menghitam, seolah menjadi saksi bahwa musibah memang tak dapat dihindari, tetapi kepedulian selalu bisa dihadirkan. Di tempat itulah, TP-PKK Kabupaten Kuantan Singingi menyerahkan santunan berupa amplop berisi uang tunai serta bantuan sembako kepada keluarga korban. Bantuan itu bukan semata tentang nilai materi, melainkan tentang pesan kemanusiaan: bahwa duka yang dipikul tidak dibiarkan sendiri.
Dalam suasana yang penuh keharuan, Ketua TP-PKK Kuantan Singingi, Hj. Yulia Herma, S.Pd, menyampaikan bahwa setiap musibah adalah ujian yang telah Allah ukur sesuai kemampuan hamba-Nya.
“Tidak ada musibah yang datang tanpa izin Allah, dan tidak pula cobaan diturunkan tanpa hikmah. Kami hadir untuk menguatkan, berbagi, dan mengingatkan bahwa di balik ujian selalu ada kasih sayang-Nya,” ucapnya dengan suara lembut namun tegas.
“Semoga bantuan ini menjadi penguat lahir dan batin, serta menjadi penyambung harapan agar keluarga korban tetap sabar, ikhlas, dan diberi kekuatan untuk bangkit kembali,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa PKK bukan hanya bergerak dalam ruang-ruang program, tetapi juga hadir di saat-saat genting, ketika masyarakat membutuhkan pelukan sosial dan penguatan spiritual. Menurutnya, kepedulian adalah ibadah, dan kehadiran adalah bentuk nyata dari cinta kasih sesama manusia.
Sementara itu, Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa musibah kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dan sinergi dalam menghadapi cobaan.
“Musibah ini adalah ujian bagi kita semua. Pemerintah kecamatan akan terus berikhtiar, berkoordinasi, dan memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan yang layak hingga proses pemulihan berjalan dengan baik,” tuturnya.
Pj Kepala Desa Pintu Gobang Kari, Dadang Muttaqin, S.P.W.K dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas kepedulian yang diberikan TP-PKK Kabupaten Kuantan Singingi beserta jajaran pemerintah kecamatan. Ia menilai kehadiran tersebut menjadi penguat batin bagi keluarga korban yang tengah diuji.
“Musibah ini adalah kehendak Allah yang tentu mengandung hikmah. Atas nama pemerintah desa dan keluarga korban, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua TP-PKK Kabupaten Kuantan Singingi beserta rombongan yang telah hadir langsung, memberikan santunan, dan menguatkan warga kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan tersebut bukan hanya meringankan beban secara materi, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan harapan di tengah duka.
“Di saat seperti ini, kehadiran dan kepedulian adalah obat paling mujarab. Semoga segala kebaikan ini dibalas Allah SWT dengan pahala berlipat dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” tutupnya.
Warga sekitar tampak menyambut hangat kedatangan rombongan. Di antara wajah-wajah yang masih diselimuti kesedihan, kehadiran TP-PKK dan pemerintah kecamatan menjadi penguat batin. Gotong royong yang sejak lama menjadi napas masyarakat kembali terasa hidup—mengalir dalam sapaan, doa, dan uluran tangan.
Di tengah abu yang masih tersisa, kepedulian menjelma menjadi cahaya kecil yang menuntun langkah. Bahwa rumah yang hangus dapat dibangun kembali, harta yang hilang bisa dicari ulang, tetapi harapan harus dijaga agar tidak ikut terbakar.
Melalui kunjungan ini, TP-PKK Kabupaten Kuantan Singingi meneguhkan perannya sebagai penjaga nilai kemanusiaan dan keimanan—menyatukan ikhtiar, doa, dan empati dalam satu langkah nyata. Sebab pada akhirnya, di setiap musibah, Allah selalu menghadirkan tangan-tangan yang digerakkan untuk saling menguatkan, menyembuhkan luka, dan menyemai harapan baru.*(ald)

Tulis Komentar