Sinergitas PKK Kuansing Dorong Transformasi Digital Lewat Pengenalan Microsite s.id

foto: istimewa (doc. Kilasriau.com)

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) — Jumat siang, (6/2/2026), aula pertemuan Kecamatan Kuantan Tengah menjadi ruang sunyi yang sarat makna. Di antara deret kursi dan cahaya yang jatuh lembut dari jendela aula, TP PKK Kabupaten Kuantan Singingi, TP PKK Kecamatan, serta TP PKK Desa se-Kecamatan Kuantan Tengah berhimpun, menyatukan langkah dalam pengenalan aplikasi microsite s.id—sebuah ikhtiar kecil menuju transformasi digital PKK.

Hadir mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Kuantan Singingi, Hj. Yulia Herma, S.Pd, Sekretaris TP PKK Kabupaten Elfitri Yusmi bersama Pokja I, Eli Anita, yang sekaligus tampil sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Kehadiran TP PKK Kabupaten memberi isyarat kuat bahwa gerak perubahan ini mendapat dukungan penuh dari tingkat atas, hingga ke akar rumput.

Ketua TP PKK Kecamatan Kuantan Tengah, Sri Widarti, A.Md, menyampaikan bahwa microsite s.id bukan sekadar alat bantu teknologi, melainkan ruang baru untuk merawat dan menyimpan kerja-kerja pengabdian PKK yang selama ini sering luput dari dokumentasi.

“Kami bekerja bukan untuk dilihat, tetapi setiap kerja yang baik layak dicatat. Microsite s.id ini menjadi cara sederhana agar apa yang dilakukan PKK tidak hilang begitu saja,” ujar Sri Widarti dengan nada tenang.

Sebagai pemateri, Eli Anita memaparkan secara langsung cara kerja dan manfaat microsite s.id kepada para kader PKK desa. Dengan bahasa sederhana dan pendekatan yang membumi, ia menjelaskan bagaimana satu tautan microsite dapat memuat berbagai informasi—mulai dari profil PKK, program kerja, dokumentasi kegiatan, hingga laporan singkat yang mudah diperbarui.

“Digitalisasi tidak harus rumit. Microsite ini justru dibuat agar mudah digunakan oleh kader di desa. Cukup satu tautan, semua kegiatan bisa ditampilkan dan diarsipkan,” jelas Eli Anita.

Menurutnya, pemanfaatan microsite s.id akan memudahkan koordinasi antarjenjang PKK, sekaligus menjadi media transparansi kepada masyarakat. Ia berharap, setiap PKK desa berani memulai, belajar pelan-pelan, dan menjadikan teknologi sebagai sahabat dalam pengabdian.

Sementara itu, Sekretaris TP PKK Kabupaten Kuantan Singingi, Elfitri Yusmi, menegaskan bahwa transformasi digital PKK merupakan bagian dari proses panjang pembenahan tata kelola organisasi.

“PKK hari ini harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan microsite, kita tidak hanya bekerja, tetapi juga mampu menunjukkan proses dan hasil kerja secara terbuka dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh TP PKK desa se-Kecamatan Kuantan Tengah, yang tampak antusias mengikuti pemaparan dan praktik singkat penggunaan microsite. Bagi para kader desa, platform ini menjadi jembatan baru—menghubungkan kerja sunyi mereka di lapangan dengan ruang publik yang lebih luas.

Di aula Kecamatan Kuantan Tengah, transformasi digital tidak bergema sebagai slogan. Ia tumbuh perlahan, dari keberanian untuk belajar, dari niat untuk berubah, dan dari kesadaran bahwa setiap pengabdian layak meninggalkan jejak.

Dari ruang sederhana itu, PKK Kuantan Tengah menapaki langkah baru—menyemai jejak digital, agar kerja-kerja perempuan dan keluarga tak lagi sekadar hadir, tetapi juga abadi dalam ingatan dan catatan zaman.*(ald)






Tulis Komentar