Lampu Pos Ronda dan Kesadaran Warga: Cerita Keamanan dari Kuantan Tengah

foto: istimewa (doc. Kilasriau.com)

 Asa Keamanan Dijaga Bersama
 

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) — Malam belum sepenuhnya pergi dari ingatan warga ketika Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., menapakkan kaki di Pos Ronda RT 05 RW 02 Lingkungan II, Kelurahan Sungai Jering. Dari pos kecil itulah, denyut keamanan lingkungan dirawat dengan kesadaran dan keikhlasan warga. Kunjungan itu tak berhenti di satu titik. Seperti ingin memastikan bahwa semangat gotong royong benar-benar hidup, Camat Eka Putra melanjutkan langkahnya ke Pos Ronda RT 07/08 RW 004 Garunggang Cunduang, Dusun Tobek Panjang, Desa Koto Taluk, Rabu (28/1/2026).

Pos ronda di Dusun Tobek Panjang bukanlah pos biasa. Ia telah menjadi penanda komitmen warga terhadap keamanan, hingga beberapa waktu lalu menerima piagam penghargaan dari Camat Kuantan Tengah sebagai salah satu pos ronda paling aktif di wilayah tersebut. Di bawah cahaya lampu sederhana, pos itu berdiri sebagai saksi bahwa keamanan tidak selalu lahir dari seragam dan sirene, melainkan dari kesediaan warga untuk berjaga demi sesamanya.

Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi warga yang masih setia menjaga tradisi ronda malam di tengah arus zaman yang kian individualistis.

“Pos ronda ini bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol kepedulian, kebersamaan, dan kesadaran sosial. Selama warga masih mau bergiliran ronda, selama itu pula keamanan lingkungan punya fondasi yang kuat,” ujar Eka Putra.

Menurutnya, pemerintah kecamatan tidak bisa bekerja sendiri tanpa partisipasi masyarakat. Keamanan yang ideal justru lahir dari ruang-ruang kecil seperti pos kamling, tempat warga saling mengenal, saling menjaga, dan saling mengingatkan.

“Kami di kecamatan hanya memfasilitasi dan memberi dorongan. Tapi ruh keamanan itu ada di masyarakat. Dusun Tobek Panjang ini sudah memberi contoh yang baik,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Camat Eka Putra turut didampingi Penjabat Kepala Desa Koto Taluk, Riza Andhika, S.H. Ia menilai keberlangsungan pos ronda yang aktif merupakan cerminan ketahanan sosial desa yang masih terawat dengan baik.

“Budaya ronda adalah warisan nilai gotong royong. Desa Koto Taluk berkomitmen untuk terus menjaga itu. Penghargaan yang diterima pos ronda ini bukan akhir, tapi pemantik semangat agar warga tetap konsisten,” kata Riza Andhika.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus mendukung sarana dan prasarana keamanan lingkungan, sebab stabilitas desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh rasa aman warganya.

“Kalau warga merasa aman, aktivitas sosial dan ekonomi akan berjalan lebih sehat. Itu tujuan utama kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 004 sekaligus Ketua Pos Kamling RT 07/08 RW 004 Garunggang Cunduang, Aflan Eko Syahputra, S.E., menyampaikan bahwa keaktifan pos ronda lahir dari kesadaran bersama, bukan karena paksaan.

“Kami ronda karena merasa ini tanggung jawab bersama. Bukan soal penghargaan, tapi soal menjaga kampung sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi?” tutur Aflan.

Ia mengakui bahwa menjaga konsistensi ronda di tengah kesibukan warga bukan perkara mudah. Namun, komunikasi dan kebersamaan menjadi kunci agar kegiatan tersebut tetap berjalan.

“Kami saling mengingatkan. Yang penting ada orang berjaga, ada yang peduli. Pos ronda ini jadi tempat kami berdiskusi, bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal kehidupan kampung,” katanya.

Kunjungan Camat Kuantan Tengah ke dua pos ronda tersebut menjadi penegasan bahwa keamanan lingkungan tidak boleh dipandang sebagai urusan pinggiran. Di tengah berbagai persoalan sosial yang kian kompleks, pos ronda tetap relevan sebagai benteng pertama ketertiban.

Di Dusun Tobek Panjang, di bawah atap sederhana pos kamling, warga membuktikan bahwa keamanan bukan sekadar program, melainkan laku hidup—dirawat dengan kesadaran, dijaga dengan kebersamaan, dan diwariskan dari satu ronda ke ronda berikutnya.*(ald)






Tulis Komentar