Di Antara Deru Mesin dan Jalanan yang Pernah Resah: Dragbike Pemuda Pancasila Kuansing Championship 2025

foto: istimewa/d'rock (doc. kilasriau.com)

Dari Balap Liar ke Lintasan Prestasi, Kecepatan yang Tak Lagi Membahayakan

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Siang itu, Selasa (30/12/2025), deru mesin menggema di Kuantan Singingi. Namun berbeda dari biasanya, suara itu tak lagi lahir dari jalanan umum yang kerap meresahkan warga. Ia datang dari lintasan resmi, tertata, dan diawasi. Dragbike Pemuda Pancasila Kuansing Championship 2025 resmi dibuka—menandai sebuah ikhtiar kolektif untuk mengubah kegelisahan menjadi prestasi.

Ajang yang digagas Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Kuantan Singingi ini bukan sekadar lomba adu kecepatan. Ia hadir sebagai ruang aman bagi generasi muda, tempat adrenalin diberi arah, dan keberanian diberi batas.

Pembukaan kegiatan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Tari persembahan dari Sanggar Seni SMKN 2 Teluk Kuantan membuka acara dengan anggun—sebuah pengingat bahwa di tengah mesin dan kecepatan, nilai budaya tetap mendapat tempat. Doa yang dipimpin Indra Sukri mengalir khidmat, seolah menjadi penyeimbang antara hasrat menaklukkan lintasan dan tanggung jawab menjaga keselamatan.

Ketua Panitia Pelaksana, Hengki Gusrianto, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa kejuaraan ini lahir dari keprihatinan yang nyata: maraknya balap liar yang kerap berujung kecelakaan dan keresahan sosial.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk komitmen Pemuda Pancasila dalam mendukung kegiatan positif generasi muda, khususnya di bidang otomotif. Kami ingin hobi balap anak-anak muda tersalurkan di jalur resmi, aman, dan terorganisir,” ujar Hengki.

Apresiasi datang dari Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, H. Juprizal, S.E., M.Si., yang menilai event ini sebagai langkah konkret dalam pembinaan atlet sekaligus menjaga ketertiban masyarakat.

Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., yang juga hadir dalam giat itu, menyampaikan dukungannya secara terbuka melalui kilasriau.com. Menurutnya, kehadiran negara dan organisasi masyarakat dalam menyediakan ruang ekspresi positif adalah kunci mencegah problem sosial di akar rumput.

“Anak-anak muda ini punya energi besar. Kalau tidak diberi ruang yang sehat, mereka bisa salah arah. Kegiatan dragbike resmi seperti ini sangat kami dukung karena mampu mengurangi balap liar dan menumbuhkan sportivitas serta disiplin,” kata Eka Putra.

Puncak acara ditandai dengan sambutan Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, Ak., MM, yang diwakili Sekretaris Daerah Kuansing, Zulkarnain, ST, M.Si., sekaligus secara resmi membuka Dragbike Pemuda Pancasila Kuansing Championship 2025. Pemerintah daerah berharap ajang ini dapat menjadi agenda rutin yang berdampak luas, baik bagi pembinaan olahraga otomotif, ekonomi masyarakat, maupun citra daerah.

Pelepasan pembukaan dragbike secara simbolis disambut antusias peserta dan penonton. Sejumlah warga yang hadir mengaku lega melihat anak-anak muda kini memiliki tempat menyalurkan hobi tanpa harus mengganggu pengguna jalan lain.

“Sekarang balapnya di tempat yang benar. Kami sebagai warga merasa lebih tenang,” ujar Zul, salah seorang penonton di lokasi.

Di balik garis start dan finish, kejuaraan ini menyimpan pesan yang lebih dalam. Bahwa balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan cermin dari ruang yang belum tersedia. Dan ketika ruang itu dihadirkan—dengan aturan, pengawasan, dan pembinaan—anak muda justru menunjukkan wajah terbaiknya.

Melalui Dragbike Pemuda Pancasila Kuansing Championship 2025, Pemuda Pancasila menegaskan perannya sebagai mitra masyarakat dan pemerintah dalam menjaga masa depan generasi muda. Sebab di antara bau bensin dan sorak penonton, terselip harapan sederhana: agar jalanan kembali aman, dan mimpi anak-anak muda Kuansing melaju di lintasan yang semestinya.

Di sanalah, sebuah kejuaraan tak lagi hanya tentang kecepatan, melainkan tentang pilihan—antara kebut-kebutan yang berisiko, atau prestasi yang bermartabat.*(ald)






Tulis Komentar