Mengawal Asa Generasi Muda Siak, PT IKPP melalui CSR Konsisten Dukung Mahasiswa Kurang Mampu
Tualang, KilasRiau.com – Komitmen dunia industri dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia kembali ditunjukkan oleh PT IKPP Perawang Mill, perusahaan di bawah naungan Sinar Mas Group melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) di bidang pendidikan.
Perusahaan ini secara konsisten menyalurkan bantuan dana pendidikan bagi mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi negeri (PTN) asal Kabupaten Siak yang sedang menempuh pendidikan di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Rumah Pintar Abdul Wahid, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Senin (29/12/2025).
Program bantuan pendidikan ini dirancang bersifat berkelanjutan, diberikan setiap semester hingga maksimal delapan semester atau selama masa studi normal mahasiswa. Sasaran program adalah mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang mampu mempertahankan Indeks Prestasi (IP) minimal 2,75 setiap semester. Skema ini menjadi bentuk dukungan nyata agar mahasiswa dapat fokus menempuh pendidikan tanpa terbebani persoalan finansial.
Kabupaten Siak, yang dikenal sebagai Kota Istana dengan kekayaan sejarah dan kuatnya budaya Melayu, menjadi daerah yang memperoleh perhatian khusus dalam program ini. Melalui investasi di bidang pendidikan, perusahaan berharap lahir generasi muda Siak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjadi motor pembangunan daerah di masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, pimpinan PT IKPP Perawang Mill, Hasanuddin The, diwakili oleh CSR IKPP, Murseno,S.AP yang menyampaikan arahan langsung kepada para mahasiswa penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Murseno S.AP menegaskan bahwa perusahaan tidak membedakan latar belakang wilayah mahasiswa di Kabupaten Siak selama seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
“Kami tidak membedakan asal kecamatan. Selama persyaratan dan berkas lengkap, bantuan akan diberikan. Dari 85 penerima, sebanyak 68 orang dinyatakan memenuhi syarat, sementara 17 lainnya belum bisa menerima karena nilai semester belum mencukupi. Kami memastikan seluruh data lengkap agar pencairan tidak terlambat,” ujarnya menegaskan.
Ia menjelaskan, selama ini keterlambatan pencairan bantuan bukan disebabkan oleh kendala teknis perusahaan, melainkan karena masih adanya dokumen mahasiswa yang belum lengkap. Mengingat pengajuan bantuan dilakukan secara kolektif, kelengkapan berkas seluruh penerima menjadi syarat mutlak agar proses pencairan dapat berjalan lancar.
“Kalau masih ada yang belum mengantar berkas, akhirnya prosesnya ikut tertunda. Padahal kalau semua sudah lengkap dan dilegalisir, bantuan ini bisa langsung kita ajukan dan cepat disalurkan kepada mahasiswa,” paparnya menekankan solusi.
Lebih lanjut, Murseno menekankan bahwa dana bantuan pendidikan merupakan amanah yang memiliki tanggung jawab besar, baik secara administrasi maupun keuangan.
“Uang bantuan ini sangat sensitif dan berat pertanggungjawabannya. Karena itu semua dokumen harus jelas, lengkap, dan dilegalisir. Dengan begitu, kita bisa mempertanggungjawabkannya apabila ada pemeriksaan di kemudian hari,” tegasnya menutup penjelasan.
Salah seorang penerima bantuan, Yosafat, mahasiswa asal Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan pendidikan dari PT Indah Kiat Pulp & Paper.
Salah seorang penerima bantuan pendidikan, Yosafat, mahasiswa asal Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan beasiswa dari PT Indah Kiat Pulp & Paper.
“Beasiswa ini sangat membantu, terutama untuk mencukupi kebutuhan kuliah. Menurut saya, menjaga dan mempertahankan prestasi akademik bukanlah beban selama kita memiliki niat yang kuat dan tetap fokus dalam menjalani perkuliahan,” ucap mahasiswa fakultas pertanian UNRI itu.
Ia pun berharap mahasiswa lain yang belum mendapatkan kesempatan serupa tetap bersabar, terus berusaha, dan tidak kehilangan semangat dalam meraih masa depan.
Penyaluran bantuan dana pendidikan berlangsung selama dua hari, yakni pada 29–30 Desember 2025, dengan besaran Rp1.200.000 per semester bagi setiap penerima. Proses penyaluran dilakukan secara terencana dan bertahap sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran.
Program CSR pendidikan ini menjadi cerminan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang dihasilkannya.
Dengan dukungan yang berkesinambungan, mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu, menjunjung tinggi integritas, serta kelak kembali ke tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.

Tulis Komentar