Jembatan Parit 1 Roboh, Aktivitas Warga Kecamatan Reteh Terhambat
KILASRIAU.com - Jembatan Parit 1 yang berada di Kelurahan Pulau Kijang, tepat di perbatasan Kelurahan Metro, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, dilaporkan roboh pada Selasa (9/12/2025).
Kejadian tersebut mengakibatkan akses transportasi masyarakat terganggu dan memaksa warga menggunakan jalur alternatif dengan jarak lebih jauh.
Jembatan tersebut selama ini menjadi sarana penghubung utama antarwilayah dan menjadi rute harian warga dari Desa Sungai Undan, Sungai Asam, Sungai Mahang, Sungai Terab hingga Tanjung Labuh menuju pusat pelayanan publik dan kawasan ekonomi di Pulau Kijang. Kondisi ini berdampak langsung pada mobilitas pelajar, pedagang, hingga pekerja yang beraktivitas setiap hari.
- Polda Riau Luncurkan Program Pembangunan 26 Jembatan Berbasis Aspirasi Warga
- Sampaikan Peran Strategis Infrastruktur Jalan dan Pelabuhan, Bupati Herman Ajak Anggota DPR RI Tinjau Kelokasi
- Tunaikan Janji, Edy Indra Kesuma Turun Langsung Bersama Warga Emban Sari Bangun Jalan Penghubung
- Bupati Inhil Bersama Aggota DPR-RI Tinjau Pengerjaan Jalan Terusan Emas
- Ajukan Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Inhil Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal
Sejumlah warga menyebut jembatan sempat mengalami kerusakan pada bagian badan dan lantai jembatan sebelum akhirnya patah.
“Kami sudah beberapa kali melihat keretakan, tapi tidak menyangka akan roboh secepat ini,” ungkap seorang warga Pulau Kijang.
Warga mengaku kini harus menempuh jalur yang lebih jauh untuk menuju pulau dan pasar.
“Jembatan ini satu-satunya akses cepat bagi pelajar dan orang yang bekerja. Sekarang kami harus memutar, dan waktu tempuh bisa dua kali lipat,” katanya lagi.
Sejumlah pelajar bahkan mengaku terpaksa berangkat lebih pagi.
“Kalau tidak cepat berangkat, kami bisa terlambat sekolah,” ujarnya.
Selain mengganggu aktivitas pendidikan dan pekerjaan, robohnya jembatan ini juga mulai menghambat distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Warga mengaku pasokan barang dari Pulau Kijang tidak lagi lancar.
“Biasanya kami beli kebutuhan di Pulau Kijang, termasuk sembako. Kalau akses terputus, tentu dampaknya langsung terasa di masyarakat,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah kecamatan maupun dinas terkait belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab robohnya jembatan maupun rencana penanganan darurat.
Warga berharap pemerintah segera turun ke lokasi dan mempercepat proses perbaikan mengingat jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital masyarakat.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan darurat. Ini bukan akses biasa, tetapi jalur utama kami untuk sekolah, bekerja, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tegasnya.
Warga menilai perbaikan cepat sangat diperlukan agar aktivitas ekonomi tidak semakin terhambat.
“Kalau dibiarkan terlalu lama, dampaknya akan semakin besar bagi masyarakat di sekitar Pulau Kijang,” tambahnya.

Tulis Komentar