Satgas Pangan Inhil Pastikan Stok Beras Aman Jelang Natal dan Tahun Baru
KILASRIAU.com – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Indragiri Hilir melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok dan stabilitas harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Satgas yang terdiri dari Polres Inhil, Perum Bulog Tembilahan, Balai POM, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtri) turun langsung melihat kondisi pasokan di pasaran serta di gudang Bulog.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Tembilahan, Indra Firmansyah, mengatakan bahwa pemantauan rutin ini penting dilakukan karena memasuki periode akhir tahun biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat serta fluktuasi harga sejumlah komoditas.
- PAD Inhil Masih Rendah, Pemkab Pertegas Pemungutan Pajak Kesenian dan Hiburan
- Luncurkan LAKOSTE, Layanan Kunjungan Rutan Medan Naik Kelas
- Bangkit dari Balik Jeruji, Produk Tempe, Roti dan Keripik Tembus Pasar!
- Penyaluran Perdana MBG di Kecamatan Reteh, Ribuan Pelajar Terima Manfaat Gizi Gratis
- Panen Jagung di Desa Sungai Luar, Dukung Program Asta Cita Presiden RI
“Hari ini kegiatan kita bersama tim Satgas untuk memantau stok menjelang Natal dan Tahun Baru. Untuk stok di Bulog Cabang Tembilahan aman,” ujar Indra.
Menurutnya, gudang Bulog Tembilahan saat ini menyimpan sekitar 380 ton beras, terdiri dari beras reguler dan beras subsidi SPHP. Program beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) disalurkan untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
Dari total stok tersebut, sekitar 50 persen telah didistribusikan kepada penerima di Inhil, dan Bulog menargetkan sisanya akan disalurkan seluruhnya dalam pekan ini.
Untuk memperkuat cadangan pangan menghadapi akhir tahun, Bulog Tembilahan juga dijadwalkan menerima tambahan 1.000 ton beras dari pusat. Tambahan stok ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan dalam mendukung program pangan nasional serta rencana 2026 yang beriringan dengan agenda “Asta Cita” Pemerintahan Prabowo, termasuk penguatan penyerapan beras dan gabah dari produksi lokal.
“Terkait persiapan akhir tahun, kita akan menerima sekitar seribu ton beras lagi. Ke depan juga akan mendukung program pemerintah untuk menyerap produksi lokal,” jelas Indra.
Meski beberapa daerah di tiga provinsi mengalami bencana alam yang berpengaruh pada distribusi sejumlah komoditas, Indra memastikan pasokan beras untuk Inhil tetap aman. Beras yang dikirim dari Sumatera Selatan sampai saat ini tidak mengalami hambatan.
“Sebagian besar pasokan kita berasal dari Sumatera Selatan. Informasinya, hingga kini tidak ada kendala dalam transportasi maupun pengiriman. Semua berjalan lancar,” tegasnya.
Satgas Pangan akan terus melakukan monitoring terhadap stok dan harga, terutama komoditas sensitif seperti beras dan cabai yang rentan mengalami fluktuasi akibat gangguan pasokan.
Upaya ini diharapkan mampu memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil selama periode libur Natal dan Tahun Baru.

Tulis Komentar