Dua Kantor Bea Cukai Bersinergi dengan Pemangku Kepentingan Dorong Potensi Ekspor Daerah
KILASRIAU.com, Jakarta - Akselerasi ekspor daerah terus diupayakan Bea Cukai, melalui unit-unit vertikalnya di berbagai daerah. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga terkait, dan pelaku usaha, Bea Cukai Pangkalpinang dan Kanwil Bea Cukai Aceh melaksanakan kegiatan berbeda di daerah pengawasannya masing-masing.
Kegiatan ini menunjukkan langkah konkret Bea Cukai dalam menghadirkan dukungan strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membuka peluang pemasaran global bagi komoditas unggulan dan UMKM.
Pada Rabu (05/11), Bea Cukai Pangkalpinang bersama Kemenkeu Satu Babel melaksanakan dialog strategis dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, di Kantor Gubernur Babel. Pertemuan ini membahas upaya memperkuat ekonomi daerah melalui program-program Kementerian Keuangan.
- Udang Nenek, Potensi Emas Pesisir Inhil Dukung Visi Ekonomi Daerah
- Panen Raya IP 300, Bupati Indragiri Hilir Optimis Pertanian Kempas Terus Melaju
- Ketidakselarasan Tarif Speedboat di Inhil, Ketua MOI Dorong Keterbukaan Papan Informasi
- Dapur MBG di Pekan Arba Diduga Tak Berizin, Legalitas Yayasan Dipertanyakan
- Disaksikan Menhut, Gubernur, Kapolda, Pangdam XIX, dan Kajati Riau, Penumbangan Sawit Awali Pemulihan Tesso Nilo
Kepala Kanwil DJPb Babel sekaligus Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Babel, Sykuriah HG, memaparkan empat program yang dinilai berpotensi besar menggerakkan perekonomian daerah, yakni blue economy, green economy, Koperasi Merah Putih, dan Desa Devisa.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bea Cukai Pangkalpinang, Junanto Kurniawan, menegaskan komitmen dalam mendukung peningkatan ekonomi daerah melalui pelayanan ekspor dan impor.
Ia juga memperkenalkan klinik ekspor jemput bola yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha maupun UMKM untuk berkonsultasi terkait peluang ekspor produk lokal.
"Program ini diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk unggulan Babel, sehingga memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal," ujarnya.
Sementara itu, pada Sabtu (22/11) di Banda Aceh, Kanwil Bea Cukai Aceh turut menghadiri Seminar Nasional Ekspor Impor Berbasis Komoditas Lokal yang digelar oleh Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh di Gedung Balai Meuseuraya Aceh.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari sektor strategis, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Aceh, Disperindag Aceh, pakar supply chain halal, perwakilan saudagar luar negeri, serta Bea Cukai Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat, Muparrih memperkenalkan portal One Stop Information (OSI) UMKM sebagai pusat informasi terpadu.
"Portal ini menyediakan akses informasi mengenai fasilitas pembiayaan, regulasi perdagangan, prosedur ekspor-impor, hingga tips peningkatan daya saing, yang seluruhnya ditujukan untuk memudahkan UMKM Aceh merambah pasar global," ujarnya.
Ia juga menjelaskan peran Bea Cukai dalam proses ekspor dan pemberdayaan pelaku usaha agar mampu menjalankan perdagangan secara tertib dan sesuai ketentuan.
Seminar ini turut memperkaya wawasan peserta mengenai peluang komoditi lokal Aceh seperti kopi Gayo dan CPO, serta pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas saudagar, baik di dalam maupun luar negeri diharapkan mampu membuka jalur ekspor baru bagi UMKM Aceh, memperkuat daya saing, dan menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Tulis Komentar