Istri Korban Ungkapkan Kekecewaan atas Tuntutan 10 Tahun Penjara untuk Pelaku Pembunuhan
KILASRIAU.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Azhari Hasan alias Bujang bin Hasan dengan pidana penjara selama 10 tahun dalam perkara tindak pidana pembunuhan yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Indragiri Hilir, Rabu (8/10/2025).
Dalam sidang yang dipimpin oleh majelis hakim PN Inhil, JPU menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “dengan sengaja merampas nyawa orang lain”, sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP sesuai dakwaan alternatif pertama.
Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Azhari Hasan alias Bujang bin Hasan dengan pidana penjara selama 10 tahun. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, serta memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan,”demikian bunyi amar tuntutan dalam Nomor Perkara 223/Pid.B/2025/PN Tbh.
- Sinergi Bea Cukai Aceh dan Aparat Penegak Hukum Ungkap Ladang Ganja Seluas 2 Hektare di Aceh Utara
- Tim Gabungan TNI Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Gelondongan Diduga Hasil Illegal Logging di Dairi
- ASN Terduga Penganiaya Jurnalis tvOne di Tapsel Jadi Tersangka, Tidak Ditahan Karena Istri Perwira Polisi?
- Respon cepat Polsek Kateman atas pengaduan masyarakat lewat medsos facebook tentang dugaan Penyalahgunaan Narkotika di Ruko Salon WN Kel. Tagaraja Kec. Kateman
- Bea Cukai Aceh Gagaglkan Peredaran 356.480 Batang Roko IIegal Melalui Jasa Titipan
Selain itu, jaksa juga menetapkan barang bukti berupa satu lembar kaos hitam bernoda darah yang telah digunting, serta satu bilah parang sepanjang ±1 meter bergagang plastik berwarna biru untuk dirampas dan dimusnahkan. Terdakwa juga dibebani biaya perkara sebesar Rp5.000.
Keluarga Korban Kecewa
Sementara itu, insial Har, istri korban, menyampaikan rasa kecewanya atas tuntutan yang dibacakan jaksa. Melalui pesan singkat WhatsApp kepada wartawan, ia mengatakan keluarga korban berharap agar pelaku dijatuhi hukuman yang lebih berat.
"Jujur, bang, kami dari pihak keluarga berharap hukumannya seumur hidup. Karena dia sudah menghilangkan nyawa suami saya dan bapak dari anak-anak saya,” tulis Har singkat.
Ketika ditanya apakah keluarga korban akan menempuh langkah hukum lanjutan seperti banding, Har mengaku belum dapat memastikannya.
"Belum tahu, Pak. Kita lihat saja nanti,” ujarnya.
Sidang perkara ini masih akan berlanjut dengan agenda pembelaan dari pihak terdakwa, sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan akhir.

Tulis Komentar