Bea Cukai Aceh Terima Kunjungan BSI, Dorong UMKM Makin Tangguh Hadapi Pasar Global
KILASRIAU.com, Banda Aceh — Kanwil Bea Cukai Aceh menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) Region Aceh, yang dipimpin oleh Imsak Ramadhan, RCEO BSI Aceh.
Kunjungan ini menjadi ajang mempererat sinergi antar-instansi dalam upaya membangun negeri, khususnya melalui penguatan sektor keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Imsak Ramadhan menyampaikan capaian BSI di Aceh. Hingga saat ini, BSI telah menyalurkan dana sebesar Rp24 triliun dan menerima tabungan masyarakat mencapai Rp18 triliun.
- Penyegaran Birokrasi Inhil: Ari Syuria Resmi Nakhodai Kecamatan Tembilahan
- Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Bea Cukai Aceh Lakukan Koordinasi dengan Kejati Aceh
- Bupati Herman Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2026
- Pemkab Inhil Gelar Sosialisasi Teknis Penegasan Batas Desa di Kecamatan Keritang dan Reteh
- Kunjungan Perdana ke Sabang, Kakanwil DJBC Aceh Tekankan Integritas dan Kolaborasi
Jaringan layanan BSI di Aceh pun semakin luas, dengan 910 ATM tersebar di berbagai wilayah, di mana 206 unit di antaranya mendukung layanan setor tunai.
Selain itu, BSI juga mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM, serta memiliki fasilitas Letter of Credit (LC) dan bank garansi.
Imsak menambahkan, BSI saat ini membina tiga desa unggulan di Aceh, yakni Desa Bandeng di Aceh Timur, Desa Nilam di Aceh Besar, dan Desa Kopi di Bener Meriah.
Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, menyambut baik kunjungan ini dan menekankan pentingnya sinergi dalam mengembangkan UMKM Aceh.
“Bea Cukai turut melakukan pembinaan terhadap UMKM agar dapat naik kelas, mengembangkan kapasitas, hingga mandiri dalam mengelola usahanya. Dengan rencana dibukanya jalur perdagangan Lhokseumawe–Penang, terdapat peluang besar bagi UMKM Aceh untuk menembus pasar ekspor. Namun, tantangan juga hadir, yaitu bagaimana UMKM mampu bersaing dengan produk yang masuk dari luar negeri,” jelas Bier.
Lebih lanjut, Bier menegaskan bahwa penguatan UMKM membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan perbankan.
“Kita perlu memperkuat UMKM agar siap bersaing. Harapan kami, ke depan Bea Cukai Aceh dan BSI dapat menjalin kerja sama yang lebih konkret dalam mendukung pengembangan UMKM dan perekonomian Aceh secara keseluruhan,” pungkasnya.

Tulis Komentar