Dorong Pelabuhan Krueng Geukuh menjadi pintu penting ekspor, Bea Cukai Bekali UMKM Pengetahuan Ekspor
KILASRIAU.com, Lhokseumawe – Bea Cukai Lhokseumawe terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengetahuan Ekspor yang digelar secara daring pada Kamis (21/8/2025), dengan tema “Membuka Peluang Pasar Internasional dengan Data Ekspor yang Berkualitas dan Pemahaman Incoterms yang Tepat.”
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Asral Efendi, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, dengan sambutan pembuka oleh Agus Siswadi, Kepala Bea Cukai Lhokseumawe. Peserta yang hadir merupakan UMKM binaan dari berbagai satker Bea Cukai di wilayah Aceh.
- Bupati Inhil Tutup Wedding Expo dan Bazar UMKM Ramadan Fair 2026, Dorong Promosi Kreatif dan Penguatan Usaha Lokal
- Buka Wedding Expo dan UMKM Inhil Ramadan Fair 2026, Bupati Inhil Dorong Ruang Promosi dan Penguatan Ekonomi Lokal
- PT Korindo Komplit Karbon Siap Tampung Pinang Petani Inhil Mulai 9 Maret 2026
- Pemkab Inhil Gelar Ramadan Fair UMKM 2026, Dimeriahkan Berbagai Lomba dan Doorprize Menarik
- Bupati dan Ketua IWAPI Inhil Resmikan Outlet Oleh-Oleh UMKM, Perkuat Akses Pasar serta Ekonomi Lokal
Dalam paparannya, Asral Efendi menekankan bahwa data ekspor yang berkualitas sangat penting karena berdampak pada perhitungan devisa, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan kredibilitas data ekonomi nasional. “Asal barang, nilai transaksi, hingga kelengkapan dokumen ekspor bukan sekadar formalitas, tetapi menyangkut kualitas data ekonomi daerah. Kesalahan kecil bisa menimbulkan distorsi pada data perdagangan,” jelas Asral.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap ketentuan larangan dan pembatasan (lartas) agar proses pengiriman barang berjalan lancar.
Selain itu, Asral menyoroti pentingnya penguasaan Incoterms 2020. Istilah internasional ini mengatur pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara eksportir dan pembeli.
“Banyak UMKM yang masih kurang memahami Incoterms. Padahal, hal ini sangat penting agar eksportir tidak dirugikan dalam negosiasi dengan buyer luar negeri. Dengan pemahaman yang tepat, UMKM bisa lebih percaya diri dan profesional,” ujarnya.
Kepala Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi, menegaskan bahwa Bea Cukai siap menjadi mitra strategis UMKM. Ia menyebutkan bahwa Pelabuhan Krueng Geukuh dapat menjadi pintu penting ekspor Aceh.
Menurut Agus, potensi ekspor akan semakin besar apabila rute pelayaran internasional Lhokseumawe–Penang bisa terealisasi. Jalur ini diyakini mampu menekan biaya logistik barang dari Aceh, sehingga produk UMKM menjadi lebih kompetitif di pasar regional.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberi bekal agar UMKM mampu menembus pasar internasional sekaligus berkontribusi terhadap devisa negara,” ujarnya.
Sosialisasi ini disambut antusias oleh peserta. Pertanyaan yang diajukan mencakup teknis pengisian PEB, peluang ekspor ke Malaysia dan Singapura, hingga strategi menghadapi pasar global.
Dengan kegiatan ini, Bea Cukai berharap UMKM Aceh semakin siap menghadapi tantangan global.
Data ekspor yang akurat, pemahaman Incoterms, dan dukungan infrastruktur pelabuhan diyakini menjadi bekal penting untuk mendorong UMKM benar-benar Go Global.
“Ekspor bukan hanya soal mengirim barang ke luar negeri, tetapi juga menjaga kualitas data, profesionalisme, dan kepercayaan buyer,” pungkas Asral Efendi.


Tulis Komentar