Ribuan Rekening Nasabah Diblokir, BRK Syariah Tembilahan Dikecam karena Tak Ada Pemberitahuan

KILASRIAU.com – Sejumlah nasabah Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Cabang Tembilahan mengeluhkan pemblokiran sepihak terhadap rekening mereka tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pemblokiran tersebut dilakukan dengan alasan rekening tidak aktif (dormant), meskipun masih terdapat saldo di dalamnya.

“Kami sangat kecewa. Rekening masih terisi, tapi tidak bisa digunakan tanpa ada penjelasan resmi. Ini seperti menahan hak kami atas uang sendiri,” ujar salah satu nasabah yang enggan disebutkan namanya, Selasa (15/7/2025).

Tak hanya merasa dirugikan, sejumlah nasabah mengancam akan melakukan aksi protes apabila pihak bank tidak segera memberikan solusi.

“Kalau sampai tanggal 17 Juli belum juga dibuka, saya akan datang langsung ke kantor BRK,” tegas salah satu nasabah lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan BRK Syariah Cabang Tembilahan, Khoirudin, menjelaskan bahwa kebijakan pemblokiran dilakukan dalam rangka perpanjangan pengamanan terhadap rekening dormant, sesuai arahan otoritas sektor keuangan.

“Pemblokiran ini bersifat sementara dan merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan sistem keuangan nasional. Saat ini kami memperpanjang kebijakan tersebut hingga 17 Juli 2025,” jelasnya.

Menurut Khoirudin, langkah ini juga bertujuan mencegah penyalahgunaan rekening pasif untuk tindak pidana seperti pencucian uang, sekaligus mendukung proses digitalisasi layanan dan verifikasi data nasabah.

Ia menambahkan, nasabah yang terdampak dapat mengaktifkan kembali rekening mereka dengan mendatangi kantor cabang, membawa identitas diri, dan mengisi formulir aktivasi.

“Silakan datang ke kantor BRK Syariah, proses aktivasi bisa langsung dilakukan jika data dan identitas lengkap,” ujarnya.

Namun hingga kini, pihak BRK Syariah Tembilahan mengaku masih berkoordinasi dengan kantor pusat terkait aturan teknis dan dasar hukum pemblokiran.

“Kami akan konfirmasi lebih lanjut ke kantor pusat,” tambah Khoirudin.

Sementara itu, seorang nasabah berinisial ES mengaku kian kecewa karena tidak mendapat pemberitahuan resmi. Ia menilai BRK Syariah kurang transparan dalam menangani kasus ini.

“Kami tidak diberi info apapun. Saat komplain, kami dengar sekitar 16.000 rekening ikut terdampak. Tapi tidak ada kepastian kapan dibuka kembali,” ujarnya kesal.**






Tulis Komentar